Home Sumsel Banyuasin Musrenbang RKPD 2021, Pemkab Banyuasin Targetkan Turunkan Angka Kemiskinan 

Musrenbang RKPD 2021, Pemkab Banyuasin Targetkan Turunkan Angka Kemiskinan 

0

BANYUASIN.PE-Dengan kemampuan anggaran sebesar Rp.2,3 triliun tahun 2020, Pemkab Banyuasin menargetkan akan menurunkan angka kemiskinan minimal satu digit yang saat ini masih tinggi sebesar 11,33 % atau jumlah penduduk miskin 96.550 jiwa.

Target itu sesuai dengan indikator kinerja utama Presiden Joko Widodo, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Bupati Banyuasin H Askolani. Tantangan itu, meskipun mengalami kondisi memprihatinkan adanya Bencana Nasional bahkan Internasional wabah Covid-19.

Hal itu dikatakan Bupati Banyuasin H Askolani, SH, MH pada saat digelar Musyawarah Rencana Pembangunan RKPD tahun 2021 di Auditoium Pemkab Banyuasin, Rabu (22/4).

Menurut Askolani penyebab kemiskinan karena masih banyak nya jumlah penduduk miskin yang hidup dalam kekurangan infrastruktur, seperti belum terpenuhnya Standar Pelayanan Minimum(SPM) bidang penyedian air minum, sanitasi, rendahnya kualitasbdan jaringan transportasi dan infrastruktur wilayah pendukung pertumbuhan ekonomai kerakyatan serta pemerataan sebaran pembangunan.

“Pada prisinsifnya tujuan akhir dari pembangunan adalah untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Banyuasin,”katanya.

Untuk mewujudkan itu, lanjut Askolani sesuai Perda Nomor 1 tahun 2019 tentang RPJMD Kabupaten Banyuasin 2018-2023 telah ditetapkan tujuh Program Peioritas Pembangunan daerah yaitu Banyuasin Cerdas, Banyuasin Sehat, Infrastruktur Bagus, Banyuasin Religius, Prima Banyuasin, Petani Bangkit dan Pemerintahan Terbuka.

“Untuk merealisasikan Program “Banyuasin Bangkit” ini Pemkab Banyuasin menargetkan APBD tahun 2021 sebesat Rp,2,8 triliun. Selain juga akan memakai skema pembiayaan lain yaitu Skema KPBU dan CSR, PKBL, B To B, Bantuan Keuangan Gubernur, Dana Aspirasi DPR RI, Dana Aspirasi DPRD Sumsel, DAK, Tugas Pembantuan dan lain sebagainya,”katanya.

Askolani menjelaskan dari keselurahan tahapan Musrenbang-Forum OPD telah diidentifikasi Program Prioritas sejumlah 221 program, 2.413 kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp.1.118.313.063.500,00.

Adapun rencana pemkab banyuasin untuk program kegiatan yang diusulkan dikementrian melalui aplikasi selaras dan DPR RI tahun 2021 yaitu optimalisasi lahan rawah, pelebaran jalan dalam peningkatan pengetahuan gizi dan masyarakat, program bantuan stimulan perumahan swadaya, pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan limbah, pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (Pisew), pengelolaan sampah reuse, reduce,recycle, program Snimas Reguler, Program Sanitasi Perdesaan, Program Kotaku, pembanguan daerah irigasi dan pembangunan dermaga.

“Untuk merealisasikan program prioritas tersebut diperlukan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas melalui perencanaan yamg efektif dan strategis serta pengendalian yang efektif dan efisien serta disiplin dalam penerapannya,”terangnya.

Kepala Bappeda Sumsel DR. Ekowati Retnaningsih, SKM., M.Kes melalui Bidang Pengendalian Evaluasi Perencanaan Strategis mengatajan saat ini seluruh daerah di Indonesia butuh aksi cepat digunakan untuk pencegahan dan penanggulangan covid-19 termasuk di Sumsel dan Kabupaten/Kota.

Maka refocusing dan rekonsi APBD dilakukan antara lain di bidang kesehatan dengan pengadaan APD, bantuan sosial terhadap warga miskin dampak covid-19 untuk memulihkan perekonomian daerah.

“Pembangunan yang direncanakan pada 2021, tidak lepas dari pada penangangan covid 19 di tahun 2020 dan perjalanan lebih lancar pada RKPD 2021. Dana yang didapatkan dari pemerintah pusat banyak dikucurkan yang difokuskan untuk penangangan covid 19,”katanya.

Seperti diketahui kegiatan Musrenbang RKPD 2021 kali ini dengan cara dilakukan via teleconfference. Ditambahkan Kepala Bappeda dan Litbang Banyuasin Erwin Ibrahim menyampaikan Musrenbang RKPD tahun 2021 sebagai tahapan lanjutan setelah Musrenbang tingkat desa/kelurahan yang dilaksanakan pada 13-18 Januari 2020, Musrenbang Tingkat Kecamatan 20 Januari-11 Februari 2020 serta Forum Perangkat Daerah yang telah dilaksanakan 18-20 Maret 2020.

“Musrenbang RKPD ini adalah sebagai wadah untuk menampung aspirasi para pemangku kepentingan sebagai masukan dalam penyempurnaan rancangan RKPD tahun 2021,”katanya. BUD

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here