Home Pilihan Redaksi Persiapan Ramadan

Persiapan Ramadan

0

Oleh : Ustaz Prio Handoko SSy

Alumnus STDI Imam Syafii Jember Jawa Timur

AKHIR-akhir ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan cobaan yang begitu beratnya, di mana Dia mengutus makhluk-makhluk-Nya, tentara-tentara-Nya untuk memberikan efek takut kepada seluruh hamba-Nya yang ingin mengambil pelajaran di dalamnya.

Allah Ta’ala berfirman di dalam Surah Al-Isra’, “Tidaklah Kami mengutus tentara-tentara Kami, ciptaan-ciptaan Kami kecuali memberikan efek takut kepada setiap hamba-Nya.”

Marilah kaum muslimin, kita bersama-sama untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan kita berupa ketakutan kita kepada Allah sehingga meningkatkan kualitas ketaqwaan kita kepada Allah. Di waktu ini Dia telah memberikan kita semua kesempatan untuk menghadap kepada-Nya dengan beribadah di bulan Ramadan, bulan yang penuh banyak kenikmatan, bulan yang Allah limpahkan segala macam bentuk rahmat-Nya, Allah lipat gandakan pahala-pahala seorang hamba sepanjang Ramadan.

Ada beberapa yang harus kita siapkan ketika menghadapi datangnya Ramadan. Pertama, seperti dikatakan oleh Al Imam bin Rajab Al Hambali rahimahullah kalau salaf, dulu para ulama salaf meminta kepada Allah, selama enam bulan berdoa agar Allah mengizinkan mereka untuk menjumpai Ramadan. Dan enam bulan setelah Ramadan berdoa kepada Allah agar semua amalannya di terima, Allah kabulkan.

Bulan Ramadan menjadikan hamba-hamba dekat kepada Allah. Sehingga ulama salaf memohon kepada Allah agar mereka sampai kepada Ramadan dan setelahnya mereka berdoa kepada Allah agar diterima amalan-amalannya. Poin harus dipersiapkan berharap kepada Allah dari pahala yang besar dari Ramadan ini.

Kedua, berusaha semaksimal mungkin untuk belajar menghilangkan segala macam bentuk virus yang merusak amalan ikhlas, perbuatan ikhlas yang ada di dalam hati kita.

Al-Imam Ibnu Qudama rahimahullah mengatakan, ada tiga penyakit merusak keihklasan seorang hamba untuk beribadah di Ramadan, pujian berusaha untuk menghilangkan penyakit ini, cinta dengan pujian manusia jangan berharap apa-apa yang ada di tangan manusia, tapi berharaplah kepada Allah.

Hilangkan sifat tamak, mendahulukan diri kita kepada orang lain, hasud dengan dunia, menutup mata kita untuk ikhlas kepada Allah dalam menyambut beribadah di bulan penuh berkah ini.

Berusaha menghilangkan rasa gengsi, selalu berusaha menjaga harga diri, mengutamakan dirinya daripada kepentingan Allah di dalam ibadahnya.

Maka ketika penyakit ini kita berusaha menghilangkan dan sehingga kita bisa selamat dari segala macam bentuk virus yang merusak keikhlasan kita terkhusus di Ramadan ini.

Terakhir, berusaha mendatangkan, menghidupkan dan menumbuhkan kebahagiaan di dalam hati kita. Bukan hanya kebencian, sebagai muslim berat menghadapi Ramadan berusaha menahan diri dari hawa nafsu makan dan minumnya, terkadang mereka tidak suka ketika menghadapi Ramadan. Kebencian di dalam hati mereka, beratnya beribadah di dalam Ramadan.

Dan sebaliknya, seorang mukmin harusnya berusaha untuk menumbuhkan kecintaannya dan kebahagiaan dia, maka Allah hadapkan dia di Ramadan. Sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Yunus ayat 158, “Katakanlah: Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. Wallahu a’lam bish showab.

Catatan: Tausiyah ini dapat anda saksikan dan simak secara lengkap di Youtube Channel Palpres Official.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here