Home Palembang Rumah Zakat Rujuk Konsep Lumbung Pangan Ala Nabi Yusuf

Rumah Zakat Rujuk Konsep Lumbung Pangan Ala Nabi Yusuf

0
Kelompok Tani di Desa Berdaya saat Panen Raya dan akan dijadikan Lumbung Berdaya
Nur Efendi

PALEMBANG.PE- Dampak pandemi Corona (Covid-19) tak hanya dirasakan pada sektor kesehatan, saat ini dampaknya mulai terasa hingga ke sektor ekonomi yang kian lesu. Sehingga kondisi itu, dikhawatirkan menjadi krisis ekonomi berkepanjangan.

Untuk itu, Rumah Zakat mengajak umat untuk belajar mengelola krisis dari apa yang dicontohkan Nabi Yusuf AS.

CEO Rumah Zakat, Nur Efendi, menjelaskan terdapat sejumlah hikmah di balik musibah. Merebaknya dampak Covid-19 kali ini, menurut dia, harus dapat dijadikan pelajaran sekaligus momentum untuk meningkatkan solidaritas.

Dia pun mengatakan, umat perlu melihat bagaimana Nabi Yusuf dalam mengelola krisis. Diceritakannya, ketika Nabi Yusuf pernah bermimpi bahwa negerinya akan mengalami paceklik selama tujuh tahun ke depan, beliau pun menerapkan sejumlah strategi antisipasi yang gemilang.

“Nabi Yusuf berkeyakinan bahwa mimpinya itu bisa terjadi. Artinya bisa paceklik selama tujuh tahun ke depan,” kata Nur Efendi dalam live streaming Youtube Channel Rumah Zakat, Kamis (16/4).

Adapun strategi yang diterapkan Nabi Yusuf, kata dia, dilakukan dengan meyakinkan umat bahwa setiap manusia dari bangsanya mampu keluar dari krisis. Keyakninan akan keluar dari krisis itu menurutnya harus dilakukan secara bersama-sama. Sikap optimistis menjadi hal penting sebagai langkah awal.

Kedua, menurut dia, menghemat pengeluaran dan distribsi berdasarkan prioritas. Ketiga, menyiapkan produksi dan lumbung pangan. Keempat, mendorong padat karya produktif seperti lahan-lahan masyarakat saat itu yang didorong untuk diproduktifkan bersama-sama sehingga mampu memberikan produksi pangan selama tujuh tahun ke depan.

Kelima, pengendalian konsumsi dengan mengajak umat mengatur pola hidup sederhana. Keenam, melakukan operasi pasar sehingga harga tetap terjangkau di saat masa paceklik tiba.

Atas dasar itulah, Efendi menyebut, Rumah Zakat mendesain program yang mengacu pada kisah teladan Nabi Yusuf dalam menghadapi krisis.

“Maka salah satu program kita dalam menanggulangi dampak Covid-19 ini adalah dengan menyiapkan lumbung pangan,” kata dia.

Sejalan dengan hal itu, Petani Berdaya binaan Rumah Zakat mengadakan panen raya di tiga Desa Berdaya di Pulau Jawa pada Kamis, (23/4).

“Panen raya tersebut sebagai salah satu upaya ketahanan pangan di tengah pandemik Covid-19,’’ jelas Sulaiman, Branch Manager Rumah Zakat Sumatera Selatan Ketiga desa tersebut adalah Desa Berdaya Sragi, Banyuwangi, Jawa Timur, Desa Berdaya Glempang, Banyumas Jawa Tengah dan Desa Berdaya Telukagung, Indramayu, Jawa Barat. RIL

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here