Home Ekonomi SMBR Pastikan Pandemik Covid-19 Tak Ganggu Operasional Perusahaan

SMBR Pastikan Pandemik Covid-19 Tak Ganggu Operasional Perusahaan

0

PALEMBANG, PE – Penyebaran coronavirus disease 2019 (covid-19) atau virus corona saat ini semakin meluas. Per 5 April 2020, tercatat sebanyak 2.273 kasus positif covid-19 di Indonesia. Saat ini di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pun setidaknya terdapat sebanyak 44 orang PDP yang telah dirawat dan 16 orang di antaranya dinyatakan positif covid-19.

Pemerintah terus menghimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19 dengan mengurangi aktivitas di keramaian dan menjaga kebersihan dan kesehatan. Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, pemerintah pun telah menetapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar.

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau SMBR, salah satu BUMN yang beroperasi di Sumsel telah melakukan berbagai tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai dengan protokol dari pemerintah pusat, seperti melakukan sosialisasi dan edukasi penyebaran dan pencegahan Covid-19 kepada Karyawan/ti SMBR baik yang secara langsung disampaikan oleh Jajaran Direksi dan Manajemen RS Siloam Sriwijaya yang telah bekerjasama dengan SMBR.

“Melakukan sosialisasi dan edukasi penyebaran dan pencegahan Covid-19 kepada Karyawan/ti SMBR dan pihak eksternal melalui berbagai konten di media sosial, spanduk, poster dan flyer yang tersebar di seluruh area kerja SMBR,” ujar Basthony Santri, Vice President Corporate Secretary PT Semen Baturaja.

Menerbitkan SOP kesiapsiagaan menghadapi Infeksi Covid-19 bagi karyawan/ti SMBR dan keluarganya. “Mewajibkan pengukuran suhu tubuh dan sterilisasi dalam sterilization chamber bagi Karyawan/ti dan tamu yang masuk ke area kantor dan pabrik SMBR,” kata dia.

Menyediakan peralatan penunjang kebersihan dan kesehatan di lingkungan perusahaan seperti hand sanitizer untuk setiap karyawan/ti dan ditempatkan di area publik, menyediakan masker dan Hotline Centre beserta ruang unit kesehatan di tiap site bagi Karyawan/ti yang sakit.

Melakukan sterilisasi area kerja dengan penyemprotan disinfektan secara berkala. Menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi karyawan/ti dengan kriteria usia lebih dari 50 tahun dan ibu hamil. “Mereka yang masuk dalam kriteria WFH karena dinilai lebih rentan terhadap Covid-19,” sebutnya.

Menerapkan kebijakan Physical Distancing pada seluruh aktivitas kerja dengan membatasi berbagai kegiatan yang mengumpulkan masa seperti pelaksanaan upacara, senam pagi dan rapat yang dibatasi maksimal sepuluh orang peserta. Mengoptimalkan penggunaan fasilitas Video Conference sebagai sarana komunikasi dan rapat koordinasi antar site sehingga bisa meminimalisir perjalanan dinas.

Membatasi pihak eksternal atau tamu yang ingin berkunjung ke SMBR. Penerimaan dan distribusi dokumen maupun surat menyurat diarahkan untuk dikirimkan dalam bentuk softcopy melalui email.

SMBR juga tergabung dan berperan aktif dalam gugus tugas penanggulangan Covid-19 baik di Provinsi Sumsel maupun Kementerian BUMN. SMBR turut mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas.

Sebagai contoh, SMBR bersama dengan Pemerintah Kabupaten OKU telah melakukan penyemprotan disinfektan pada berbagai area publik di Kabupaten OKU yang kegiatannya telah dimulai dari 26 Maret lalu.

“Selain itu, saat ini kami juga telah berkoordinasi dengan BUMN lainnya untuk mensuplai berbagai kebutuhan seperti APD untuk tenaga medis, masker dan hand sanitizer untuk masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Langkah dan kebijakan yang telah dilakukan perusahaan dalam rangka pencegahan Covid-19  bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh Karyawan/ti dalam keadaan sehat, terhindar dari risiko penularan Covid-19 dan dapat bekerja dengan aman dan nyaman.

“Sehingga kami pastikan kegiatan operasional perusahaan baik di kantor maupun pabrik tidak akan terganggu dengan adanya wabah Covid-19,’’ tambahnya.

Kendati kegiatan operasional perseroan tidak terganggu, Basthony mengemukakan bahwa SMBR sudah mulai merasakan dampak negatif dari penyebaran Covid-19 terhadap penjualan semen.

“Kami proyeksikan adanya penurunan penjualan semen sebesar 20% sepanjang Semester I-2020 karena dampak Covid-19,” ujarnya.

Hingga Februari saja, penjualan SMBR sudah terkoreksi sebesar 14% seiring dengan koreksi permintaan semen di Sumbagsel sebesar 12%. Namun perseroan tetap optimis akan terjadi pertumbuhan penjualan sepanjang 2020, ditopang dengan pertumbuhan di sektor properti dan infrastruktur yang menjadi penyerap utama sektor semen.

Dalam upaya menahan penurunan permintaan semen yang diperparah akibat wabah Covid-19, SMBR telah mempersiapkan beberapa strategi untuk menunjang kinerjanya di 2020 seperti, diversifikasi produk turunan semen, melakukan efisiensi biaya di berbagai lini serta menetapkan strategi pemasaran yang berfokus pada peningkatan penjualan semen di pasar basis SMBR.

SMBR pun mengharapkan adanya pertumbuhan permintaan semen di sektor retail sehubungan dengan stimulus atau insentif perumahan yang diberikan pemerintah seperti yang pernah diungkapkan oleh Menteri. Serta adanya pembagian dana desa tahap pertama di bulan Mei yang juga diharapkan dapat mendorong peningkatkan penjualan semen SMBR. LA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here