Home Headline News Tambah 1 Orang, 144 Warga Sumsel Positif Corona

Tambah 1 Orang, 144 Warga Sumsel Positif Corona

0

PALEMBANG, PE – Jumlah kasus positif Virus Corona atau Covid-19 di Sumatera Selatan hingga Rabu (29/4) sebanyak 144 orang, dengan penambahan kasus baru hari ini satu orang.

“Kasus baru konfirmasi positif Covid-19 itu, yakni kasus 144, umur 25 tahun, jenis kelamin laki-laki, alamat domisili Palembang, dengan status kasus lokal,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumatera Selatan Achmad Rizwan saat memberikan keterangan pers didampingi Juru Bicara Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Sumsel Yusri, SKM, Rabu (29/4)..

Kasus konfirmasi sembuh, ia mengatakan, sebanyak 22 orang. Yakni dari Kabupaten OKI 2 orang, Palembang 16 orang, OKU 1 orang, Pagaralam 1 orang, luar Sumsel 1 orang.

“Kasus sembuh per 29 April 2020 bertambah satu orang dari Prabumulih. Sementara total meninggal sebanyak empat orang,” tukasnya.

Jumlah sampel yang diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang sebanyak 779 orang. Terdiri dari orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 502 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 219 orang, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 58 orang.

“Jumlah sampel positif sebanyak 144 orang, sampel negatif sebanyak 158 orang, masih dalam proses pemeriksaan 477 orang,” tuturnya.

Jumlah ODP di Sumsel hingga hari ini sebanyak 3775 orang, ODP selesai pemantauan 2255 orang, masih dalam pemantauan 1520 orang. Sedangkan jumlah PDP 194 orang. PDP selesai pengawasan 108 orang. Masih dalam proses pengawasan 86 orang. Penambahan PDP hari ini sebanyak 12 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Sumsel Yusri, SKM mengatakan, kasus sembuh dari Prabumulih merupakan kasus 09. Pasien ini melakukan kontak dengan kasus 02. “Dia masih ada hubungan keluarga dengan kasus 02,” ucapnya.

Ia juga mengonfirmasi bahwa ada sebanyak 12 PDP yang dimakamkan di Sumsel. Namun hanya tiga orang yang sempat diambil swab untuk memastikan penyebab kematian apakah karena penyakit Covid-19.

“Yang sembilan orang tidak sempat diambil swab, namun dilakukan pemakaman pemulasaran jenazah sesuai standar infeksius. Dalam hal ini penyakit Covid-19,” ujar Juru Bicara Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel ini.

Dikatakannya, pihaknya telah melakukan karantina terhadap keluarga PDP yang meninggal. Mereka akan dilakukan pemeriksaan swab. Apabila nanti ada yang positif, berarti kemungkinan terbesar meninggalnya PDP tersebut karena Covid-19.

“Secara klinis, tanda-tandanya sudah mendukung ke arah itu. Namun standarnya adalah pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction). Jadi tidak bisa kita melihat secara klinis saja. Bisa saja penyakit Pneumonia (radang paru-paru), yang disebabkan oleh bakteri, bukan oleh virus,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, mereka yang sembuh ini tetap dipantau kesehatannya selama dua minggu ke depan. Sehingga yang bersangkutan betul-betul sehat.

“Berdasarkan data di Cina dan Singapura, disinyalir yang sembuh ini reaktif. Artinya bisa positif kembali. Sejauh ini masih dipelajari, bisa tidak menularkan ke orang lain. Pastinya, mereka tetap dipantau dan kita minta diisolasi selama 14 hari ke depan,” tukasnya.

Disinggung soal Profesor Faisal Rizal, peneliti asal Palembang, yang mengklaim telah menemukan antivirus Corona, ia mengaku tidak mengikuti perkembangan berita tersebut. Namun menurutnya, untuk menjadi suatu obat butuh kajian lebih dalam dan pembuktian klinis.

Terkait wacana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palembang, ia mengatakan, masih dalam proses. Sebab ada persyaratan yang belum terpenuhi.

“Saya dapat informasi dari rekan-rekan di lapangan, masih ada dua kecamatan di Palembang yang belum ada kasus Covid-19. Jadi ditunggu dua kecamatan itu ada kasus dulu sebelum diterapkan PSBB,” pungkasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here