Home Pendidikan Virtual Class Ditengah Covid-19, Mahasiswa Asal Muratara Terkendala Internet

Virtual Class Ditengah Covid-19, Mahasiswa Asal Muratara Terkendala Internet

0
Nefil Sutama, Mahasiswa Universitas Bina Insan

MURATARA, PE- Dampak wabah Covid-19 yang ikut berpengaruh terhadap kegiatan belajar-mengajar kampus. Dimana mahasiswa harus mengikuti pembelajaran melalui Virtual Class (Kelas Maya) dengan sistem Daring (Online), namun diketahui banyak mengalami kendala.

Salah satunya banyak dialami dan dikeluhkan mahasiswa-mahasiswa asal Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Dalam kondisi Kabupaten Muratara yang sering terkendala jaringan internet, para mahasiswa ini harus mengikuti kegiatan belajar daring sesuai surat edaran Kemendikbud RI dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Hal itu seperti diungkapkan langsung Nefil Sutama, Mahasiswa Semester VI Universitas Bina Insan Lubuklinggau. Dia mengatakan, dalam Kuliah Virtual Class Online yang saat ini diterapkan kampus dan harus diikuti oleh mahasiswa, mereka banyak mengalami kendala. Salah satunya, seperti minimnya sinyal maupun fasilitas internet.

“Terhadap kebijakan itu sebagai mahasiswa kita menjadi dilema tersendiri, dan kita merasa tidak dapat menerima pembelajaran seperti itu secara efektif. Karena materi dan tugas yang diberikan kepada mahasiswa terkadang sulit dimengerti maupun dipahami, apalagi sekarang kuliah online ini diperpanjang sampai 25 April 2020 nanti,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam menerapkan belajar kuliah daring itu pihak kampus juga harus mengkaji surat edaran Kemendikbud nomor 302/E,E2/KR/2020 tertanggal 31 Maret 2020 itu. Karena dalam surat itu tertuang juga agar pihak kampus juga memberikan solusi bagi mahasiswa yang mengalami kendala kuliah daring itu, seperti penghematan biaya operasional kuliah selama belajar dirumah, subsidi pulsa koneksi pembelajaran daring, maupun bantuan logistik kesehatan.

“Kuliah online artinya mengharuskan mahasiswa menggunakan perangkat elektronik seperti HP atau laptop, dan apakah semua mahasiswa itu memiliki semua hal ini. Memang kita sudah memasuki zaman revolusi industri 4.0. dimana teknolgi lebih diutamakan dalam seemua bidang, tetapi pembelajaran seperti ini saya rasa kurang efektif,” keluhnya.

Untuk itu dia memohon pihak kampusnya juga mengaji ulang kegiatan daring itu, agar semua mahasiswa khusunya yang ada di Muratara dapat mengikuti seluruh mata kuliah berbasis online ini. Ditambah seperti uang SPP selama kuliah dari rumah juga bisa dipertimbangkan atau diberi kelonggaran, karena efek dari kuliah daring ini tidak menutup kemungkinan hanya diikuti segelintir mahasiswa saja karena keterbatasan itu fasilitas.

Sementara Elda, Mahasiswa Semenster II Unmura mengungkapakan, Kebijakan kuliah daring yang saat ini dilakukan kampus sesuai surat edaran Kemendikbud RI itu, memang banyak mengalami kendala. Salah satunya bagi mahasiswa asal Kabupaten Muratara sangat terkendala baik itu sinyal internet, maupun perangkat elektronik yang digunakan.

Untuk itu dia berharap pihak Kampus juga dapat mempertimbangkanya serta agar bisa memberikan fasilitas, sesuai surat edaran itu demi efektifnya sistem belajar daring seperti saat ini. “Tolong pihak kampus juga dapat memikirkan keringanan khususnya juga biaya kuliah, karena hal ini banyak mahasisws mengalami kendala,” harapnya. SON

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here