Home Headline News Bayi 4 Bulan Sembuh dari Covid-19

Bayi 4 Bulan Sembuh dari Covid-19

0

Total Sembuh 43 Orang

PALEMBANG, PE – Sebanyak tujuh orang dinyatakan sembuh dari penyakit Covid-19 pada Senin (4/5). Satu di antaranya bayi berusia empat bulan dari Muaraenim. Dengan demikian, total yang sembuh di Sumatera Selatan sebanyak 43 orang.

“Kasus konfirmasi sembuh hari ini ada tujuh orang. Rinciannya, Prabumulih 3 orang, Muaraenim 1 orang, OKU 2 orang, dan Banyuasin 1 orang. Kasus yang sembuh termasuk bayi di Muaraenim, yang berusia empat bulan. Dia sudah pulang ke Muaraenim,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel Yusri, SKM dalam keterangan pers, Senin (4/5).

Menurutnya, kasus yang sembuh itu, yakni pasien dengan nomor kasus 11, 27, 44, 56, 64, 92, dan 93. Adapun kasus meninggal pada hari ini, sesuai data yang dirilis di pusat sebanyak satu orang, yakni pasien 177 dari Kabupaten OKU Timur. Dengan penambahan itu, total yang meninggal di Sumsel sebanyak lima orang.

“Ia meninggal seminggu lalu. Namun hasil laboratoriumnya baru keluar kemarin,” tukasnya.

Sampel yang diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang sampai saat ini berjumlah 1151 orang. Terdiri dari 796 sampel orang tanpa gejala, 285 sampel pasien dalam pengawasan (PDP), dan 70 sampel orang dalam pemantauan (ODP).

“Jumlah sampel positif sebanyak 185 orang. Artinya hari ini tidak ada penambahan kasus baru positif Corona. Sedangkan jumlah sampel yang negatif 190 orang. Sampel yang masih dalam proses pemeriksaan 774 orang,” tuturnya.

Dikatakannya, ODP di Sumsel sampai hari ini sebanyak 4210 orang. ODP selesai pemantauan 3236 orang. ODP yang masih dalam proses pemantauan sebanyak 974 orang.

PDP keseluruhan berjumlah 253 orang. PDP selesai pengawasan 133 orang. PDP masih dalam perawatan di rumah sakit sebanyak 120 orang. Penambahan PDP hari ini sebanyak 10 orang.

“Penambahan PDP masih stabil di angka sepuluh hingga sebelas orang per harinya,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan mengapa sampel yang masih dalam pemeriksaan di BBLK tidak juga berkurang dari angka 700-an. Diketahui, angka tersebut bertahan dalam beberapa hari terakhir.

“Bukan berarti tidak diperiksa. Melainkan sampel yang masuk dan yang keluar hampir sama. Jumlahnya ratusan. Sehingga terkesan sampel yang masih dalam proses pemeriksaan tidak bergeser,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa kasus meninggal yang diumumkan adalah kasus Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. Kasus meninggal sebelum ada hasil laboratorium tidak diumumkan ke publik. Karena memang seperti itulah mekanisme di pusat.

Disinggung soal kelanjutan wacana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumsel, menurutnya, ada dua daerah yang telah mengajukan, yakni Palembang dan Prabumulih.

“Dalam waktu dekat akan diteruskan ke Kementerian Kesehatan. Sehingga akan dikaji di pusat untuk disetujui,” ujarnya.

Warga diingatkan untuk selalu menggunakan masker, terutama saat keluar rumah. Tetap menjaga jarak dengan orang lain, jangan kurang dari satu meter. Terlebih saat berbelanja di pasar.

“Rajinlah mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun. Sarana cuci tangan ini sudah disediakan di sejumlah pasar tradisional,” katanya.

Saat mau masuk area pasar, ia mengatakan, penjual dan pembeli wajib memakai masker, agar penularan penyakit Covid-19 bisa dicegah. Manfaatkan sarana cuci tangan. Cucilah tangan saat hendak masuk lingkungan pasar.

“Dengan begitu apabila kita mengandung virus, maka virus tersebut tidak menempel di tangan saat memilih barang yang akan dibeli. Sehingga tidak menjadi sumber kontak dan tidak mencemari belanjaan. Terlebih kita sendiri belum tentu membelinya,” ucapnya.

Pasar, ia melanjutkan, merupakan tempat yang ramai. Apabila ada di antara pembeli atau penjual tidak ada gejala tapi mengandung Virus Corona, ia bisa menularkannya ke orang lain.

“Paling baik menghentikan virus ini dengan memakai masker, selalu cuci tangan, dan jaga jarak,” ujarnya.

Ia berpesan kepada masyarakat Sumsel, jangan menolak untuk dirawat di rumah sakit apabila sakit. Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, di Kota Lubuklinggau, masih ada orang yang tidak mau dirawat di rumah sakit.

“Itu merupakan suatu kesalahan. Dalam kondisi yang tidak sehat dan bisa menularkan ke orang lain, orang tersebut harus dirawat di rumah sakit,” ucapnya.

Untuk masyarakat yang melakukan isolasi mandiri diimbau patuhi aturan. Jalankan isolasi sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Atau kalau dia mengandung virus tapi tidak sakit, isolasi mandiri sampai virus tersebut dinyatakan hilang dari tubuhnya berdasarkan pemeriksaan laboratorium.

“Kemudian untuk mereka yang baru pulang dari bepergian harus mengisolasi diri selama 14 hari di rumah. Jangan beraktivitas di luar rumah. Jadi kalau di tubuhnya ada virus, tidak sampai menularkan kepada masyarakat,” tukasnya.

Pengobatan Covid-19, ia mengatakan, menggunakan antivirus Oseltamivir. Perlu diketahui, penyakit ini merupakan penyakit yang sembuh sendiri dengan batas waktu rata-rata tiga minggu.

“Tapi juga dilakukan pengobatan antiviral atau antivirus agar pertumbuhan virus menjadi lambat dan imunitas orang akan jadi kuat. Sehingga sembuhnya akan lebih cepat dibandingkan tanpa pemberian antiviral,” pungkasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here