Home Headline News 199 Orang Terinfeksi Corona di Sumsel

199 Orang Terinfeksi Corona di Sumsel

0

PALEMBANG, PE – Terus bertambah jumlah kasus positif terinfeksi Virus Corona di Sumatera Selatan. Malah hingga Selasa (5/5) sudah berada di angka 199 orang, nyaris menyentuh angka 200.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel Yusri, SKM, mengatakan, sampel yang diperiksa di laboratorium sampai hari ini sebanyak 1177 sampel. Rinciannya, 809 sampel orang tanpa gejala (OTG), 298 Pasien dalam Pengawasan (PDP), dan 70 Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Sampel yang positif sebanyak 199 orang. Sampel negatif 200 orang, sampel masih dalam proses pemeriksaan di BBLK sebanyak 778 orang. Penambahan kasus baru Covid-19 di Sumsel pada hari ini 14 orang,” kata dia dalam keterangan pers, kemarin.

Rinciannya, ia melanjutkan, dua orang dari luar Sumsel (berdomisili di Makassar, Sulawesi Selatan), tiga orang dari Banyuasin, dan sembilan orang dari Palembang.

“Dua orang dari Makassar merupakan anak buah kapal mitra Pertamina. Tempo hari berlayar dari Mentok ke Surabaya dan ke Palembang. Dalam perjalanan, mereka sakit. Lalu dirawat di RS Pertamina,” tuturnya.

Orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 4306 orang, selesai dilakukan pemantauan 2693 orang, masih dalam pemantauan 1613 orang.

Jumlah PDP secara keseluruhan sebanyak 266 orang, PDP selesai pengawasan 137 orang, proses pengawasan 129 orang, penambahan PDP baru pada hari ini 13 orang.

Kasus konfirmasi sembuh hingga hari ini sebanyak 47 orang. Ada penambahan kasus sembuh sebanyak empat orang per hari ini. Mereka berasal dari Palembang dua orang dan dua orang lagi dari Lubuklinggau.

“Dua orang dari Lubuklinggau itu merupakan tenaga medis, yang tempo hari disampaikan oleh Walikota Lubuklinggau,” ujarnya.

Sementara kasus meninggal, ia mengatakan, masih tetap lima orang. Tidak ada penambahan pada hari ini.

“Semoga ke depan tetap tidak ada penambahan yang meninggal,” harapnya.

Disinggung kelanjutan berkas pengajuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), menurut dia, sudah diterima Pemprov Sumsel dan akan segera diajukan ke Kementerian Kesehatan.

“Mungkin besok disampaikan ke Menkes untuk dilakukan penilaian oleh tim di Kemenkes. Paling lambat dua hari akan diputuskan,” ujarnya.

Warga diingatkan untuk selalu menggunakan masker, terutama saat keluar rumah. Tetap menjaga jarak dengan orang lain, jangan kurang dari satu meter. Terlebih saat berbelanja di pasar. Usahakan untuk tidak berdesakan.

“Rajinlah mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun. Sarana cuci tangan ini sudah disediakan di sejumlah pasar tradisional,” katanya.

Saat mau masuk area pasar, ia mengatakan, penjual dan pembeli wajib memakai masker, agar penularan penyakit Covid-19 bisa dicegah. Manfaatkan sarana cuci tangan. Cucilah tangan saat hendak masuk lingkungan pasar.

“Dengan begitu apabila kita mengandung virus, maka virus tersebut tidak menempel di tangan saat memilih barang yang akan dibeli. Sehingga tidak menjadi sumber kontak dan tidak mencemari belanjaan. Terlebih kita sendiri belum tentu membelinya,” ucapnya.

Pasar, ia melanjutkan, merupakan tempat yang ramai. Apabila ada di antara pembeli atau penjual tidak ada gejala tapi mengandung Virus Corona, ia bisa menularkannya ke orang lain.

“Paling baik menghentikan virus ini dengan memakai masker, selalu cuci tangan, dan jaga jarak,” ujarnya.

Ia berpesan kepada masyarakat Sumsel, jangan menolak untuk dirawat di rumah sakit apabila sakit. Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, di Kota Lubuklinggau, masih ada orang yang tidak mau dirawat di rumah sakit.

“Itu merupakan suatu kesalahan. Dalam kondisi yang tidak sehat dan bisa menularkan ke orang lain, orang tersebut harus dirawat di rumah sakit,” ucapnya.

Untuk masyarakat yang melakukan isolasi mandiri diimbau patuhi aturan. Jalankan isolasi sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Atau kalau dia mengandung virus tapi tidak sakit, isolasi mandiri sampai virus tersebut dinyatakan hilang dari tubuhnya berdasarkan pemeriksaan laboratorium.

“Kemudian untuk mereka yang baru pulang dari bepergian harus mengisolasi diri selama 14 hari di rumah. Jangan beraktivitas di luar rumah. Jadi kalau di tubuhnya ada virus, tidak sampai menularkan kepada masyarakat,” pungkasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here