Home Advertorial Menuju WBK, Terobosan Ini yang Dilakukan Kalapas Klas II B Sekayu

Menuju WBK, Terobosan Ini yang Dilakukan Kalapas Klas II B Sekayu

0

SEKAYU, PE- Tidak hanya fokus menjaga warga binaan sebutan lain napi, berbagai inovasi juga kerap dilakukan lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan. Mulai dari menghidupkan kreativitas warga binaan dalam hal usaha mikro, kecil dan menengah, hingga inovasi lain yang bermanfaat bagi warga binaan itu sendiri.

Seperti dilakukan Kepala Lapas Klas II B Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Pudjiono Gunawan SH MSi dalam mewujudkan Lapas Klas II B Sekayu menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) tahun 2020.

Menurut dia, setidaknya ada 4 program khusus dilakukan di wilayah Lapas mulai dari depan hingga dalam seperti merenovasi ruang kunjungan yang sebelumnya disekat menggunakan dinding kaca, kini diubah dengan mengedepankan pelayanan secara humanis sehingga tidak ada jarak dan representatif. Lalu, ada juga penambahan aplikasi nomor antrean dengan memakai layar sentuh serta verifikasi wajah pengambil nomor, guna menghindari percaloan.

“Selanjutnya, didalam Lapas beberapa pintu telah dipasang sistem membuka dengan sidik jari agar memperketat keamanan. Dan kita juga menyiapkan ruangan Sentral Monitoring Sistem guna mengontrol titik-titik yang dipasang Closed Circuit Television (CCTV). Karena Lapas Klas IIB Sekayu memiliki 45 unit kamera. Mungkin juga tidak ada Lapas di Sumsel memiliki CCTV sebanyak itu,” ungkap Pudjiono

Selain itu, dia menambahkan, inovasi pertama di Indonesia juga telah diterapkan berupa gelang tag radio frequency identification (RFID), guna mengawasi aktivitas warga binaan dan penggunaan wewenang terkait pemindahan kamar yang tidak sesuai dengan data di Sistem Data Pemasyarakatan (SDP).

“Sehingga warga binaan itu sudah benar, bahwa kamarnya disana. Kedepannya juga gelang itu akan dikembangkan untuk e-Money karena napi tidak boleh membawa uang kas. Artinya, kita siapkan alat dikantin, sehingga napi akan berbelanja tinggal tap gelangnya dan saldo uang ditangan terpotong, “jelasnya.

Lebih lanjut, kedepannya juga, saat ini lagi dikembangkan pengamanan tembok keliling Lapas dengan memakai sinar laser, itu pun di Indonesia belum ada sama sekali.

“Jadi, ketika ada yang kabur alarm akan berbunyi karena sinar laser itu akan dibuat tiga berjenjang sehingga sangat sulit untuk menghindar. Sebab, kita kembangkan Ilmu Teknologi (IT) upaya dalam mencapai Lapas Klas II B menuju WBK pada tahun ini, ” ucapnya.

Dari sisi gedung Lapas, beberapa perubahan dilakukan dengan melakukan pengecatan didalam kamar warga binaan, halaman Lapas yang dicat berwarna-warni dan sarana penunjang lainnya juga dibangun. Tentu, itu dilakukan agar mereka (Napi) merasa nyaman didalam kamar dan di luar kamar merasa segar serta senang karena lingkungannya rapi dan bersih.

“Sebelumnya tidak seperti itu, terlihat tidak rapi dan tidak nyaman. Kini, lihat saja sendiri lebih berwarna Lapas Klas IIB Sekayu ini, ” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Binadik dan Kegiatan Kerja, Yusuf menambahkan, didalam Lapas juga program pembinaan kemandirian diberikan bagi napi wanita maupun pria seperti, napi perempuan dilatih keterampilan untuk membuat tas rajut, dompet, gelang dan gantungan kunci. Lalu napi laki-laki ada las listrik, pembuatan meubeler, dan rotan yang nanti hasil mereka akan ditampung pihak ketiga. “Karena pihak ketiga lah yang menyiapkan bahan dan memberikan pelatihan mereka,” katanya.

Terakhir, pembinaan kerohanian bagi warga binaan dengan memberikan pengajian melalui majelis taklim setiap hari dan pelatihan Nasid serta Rebana bagi napi wanita. Namun, karena pandemi covid-19 kegiatan tersebut di stop sementara karena tidak boleh berkumpul.

“Itulah program dan inovasi terbaru dilakukan Kalapas setelah menjabat. Sekaligus, optimis bisa mewujudkan WBK,” pungkasnya. MUH

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here