Home Headline News PSBB Palembang dan Prabumulih Habis Lebaran

PSBB Palembang dan Prabumulih Habis Lebaran

0

Kemungkinan 27 Mei

PALEMBANG, PE – Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palembang dan Prabumulih kemungkinan dua hari selepas Hari Raya Idul Fitri, atau pada 27 Mei 2020.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan prediksi tersebut, mengacu pada proses penyerahan draf rancangan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai payung hukum PSBB kepada Gubernur Sumsel, yang ditunggu paling lambat sepekan ke depan. Plus masa sosialisasi PSBB selama lima hari.

“Tadi saya beri waktu seminggu ke meja saya draf Perwali (soal PSBB). Hari itu juga akan saya tanda tangani setelah dievaluasi. Sosialisasi empat atau lima hari. Sekitar tanggal 20 Mei sudah harus naik ke meja saya, untuk ditandatangani draf persetujuan pemberlakukan Perwali. Sosialisasi butuh waktu empat sampai lima hari. Berlaku efektif PSBB setelah lebaran. Sekitar H+2, sampai dengan penegakan hukumnya,” katanya dalam keterangan pers di Auditorium Bina Praja, seusai mengikuti Rapat Terbatas bersama Forkompinda dalam rangka menyikapi pemberlakukan PSBB untuk Kota Prabumulih dan Kota Palembang, Rabu (13/5).

Jatuhnya hari H lebaran pada masa-masa sosialisasi PSBB, ia mengatakan, juga membuat pelaksanaan Salat Ied bagi umat Islam di dua kota tersebut tetap ditunaikan di rumah masing-masing, seperti imbauan Majelis Ulama Indonesia terkait pelaksanaan ibadah selama pandemi Covid-19.

Dikatakannya, pelaksanaan PSBB tahap awal selama 14 hari dan dapat diperpanjang jika kasus Covid-19 tidak menurun. Oleh karena itu, Deru meminta prosesnya menerapkan dua konsep utama, yakni tegas – humanis dan tegas- fleksibel, serta disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

Tegas-humanis berarti aturan atau dasar hukum yang dirancang masing-masing Pemerintah Kota harus memberi efek jera bagi pelanggar PSBB, namun sanksi yang diberikan tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

“PSBB ini bukan menghadapi penjahat, tapi menghindari penyebaran virus COVID-19,” tukasnya.

Sedangkan tegas – fleksibel artinya penerapan PSBB mengutamakan protokol kesehatan Covid-19, tetapi juga memikirkan dampak-dampak yang dihadapi berbagai pihak terutama di sektor ekonomi.

Sebab Kota Palembang dan Prabumulih sama-sama sangat mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari aktifitas ekonomi, sehingga diharapkan PSBB tidak berdampak begitu jauh terhadap sektor ekonomi kedua kota tersebut. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here