Home Headline News Tambah 63, Total 521 Orang Terpapar Corona di Sumsel

Tambah 63, Total 521 Orang Terpapar Corona di Sumsel

0
Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri, SKM dalam keterangan pers, Minggu (17/5).

PALEMBANG, PE – Kasus baru positif terpapar Virus Corona atau Covid-19 di Sumatera Selatan bertambah 63 menjadi 521 orang. Sedangkan kasus meninggal akibat virus ini bertambah dua orang, jadi 15 kasus.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri, SKM dalam keterangan pers mengatakan, tambahan kasus positif hari ini semuanya berstatus transmisi lokal. Mereka terdistribusi di tiga daerah, Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ilir. Sumbangan di kota Palembang sebanyak 47 kasus, OI 14 kasus, dan OKI dua kasus.

Sampel yang dilakukan pemeriksaan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang berjumlah 2274 orang. Terdiri dari orang tanpa gejala (OTG) 1808 sampel, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 453 sampel, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 113 sampel.

“Jumlah sampel yang positif dari kemarin hingga hari ini total menjadi 521 orang. Dari jumlah itu, banyak juga yang sembuh. Jumlah sampel negatif 272 orang, masih dalam proses pemeriksaan 1581 orang,” ujarnya.

Dikatakannya, sampel yang masih dalam proses pemeriksaan hari ini mengalami pengurangan dibandingkan hari sebelumnya, yakni dari 1722 menjadi 1581.

“Berkurang hampir 200-an. Mudah-mudahan saja kapasitas laboratorium kita semakin baik,” harapnya.

Kasus meninggal hari ini ada penambahan dua orang. Yakni dari Palembang 1 orang dan satu lagi dari Banyuasin. Sehingga total meninggal di Sumsel akibat Covid-19 menjadi 15 orang.

“Kasus yang meninggal, nomor kasus 344 dari Banyuasin dan nomor kasus 374 dari Palembang,” ujarnya.

Sementara kasus konfirmasi sembuh belum ada penambahan. Namun, mereka yang dirawat di rumah sakit banyak yang mulai menunjukkan pemulihan.

“Tinggal menunggu hasil laboratorium. Mudah-mudahan saja akan lebih banyak yang sembuh ke depan,” tukasnya.

Jumlah ODP di Sumsel dari Januari 2020 sampai saat ini sebanyak 5314 orang. ODP selesai pemantauan sebanyak 3995 orang. ODP dalam pemantauan sebanyak 1349 orang.

PDP keseluruhan sebanyak 373 orang, selesai pengawasan173 orang, masih dalam proses pengawasan atau masih dirawat di rumah sakit sebanyak 200 orang.

Ia juga mengatakan bahwa angka kematian akibat Covid di Sumsel masih dalam batas normal di angka 2,4 persen. Sedangkan secara global berkisar 2 sampai 4 persen.

Sumber penularan penyakit ini, ia melanjutkan, adalah orang-orang terdekat dengan pasien, yakni keluarga dan tenaga kesehatan.

“Jadi wajar kalau keluarga dan tenaga kesehatan tertular Covid. Untuk tenaga kesehatan ada yang diisolasi di rumah sakit itu sendiri. Ada juga di Rumah Sehat Wisma Atlet,” ucapnya.

Rata-rata tenaga kesehatan yang terpapar Corona tidak ada gejala. Mereka dipastikan tidak lagi melaksanakan pelayanan kesehatan di rumah sakit, bukan hanya setelah hasil laboratorium keluar.

Begitu Gugus Tugas tahu kalau dia ada kontak dengan pasien sebelumnya tanpa menggunakan APD yang sesuai standar, tenaga kesehatan tersebut langsung dinonaktifkan dari pelayanan kesehatan.

“Kami tegaskan bahwa pelayanan kesehatan di rumah sakit aman. Masyarakat tidak perlu khawatir berobat. Tenaga kesehatan yang melaksanakan pelayan betul-betul sehat dan tidak tertular Covid-19,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, rumah sakit yang tenaga kesehatannya terpapar Virus Corona masih bisa memberikan pelayanan optimal tanpa perlu meminta bantuan tambahan personel dari rumah sakit lain.

Kapasitas tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumsel, menurutnya, juga masih mencukupi untuk menampung pasien. Kapasitas tempat tidur total hampir 400 bed.

“Itu belum terisi sepenuhnya. Jadi masih banyak juga yang kosong. Dan yang mengisi selama ini OTG, orang positif tapi tanpa gejala. Mereka sudah kita geser ke Jakabaring. Jadi tempat tidur sampai saat ini belum menjadi persoalan,” pungkasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here