Home Headline News Hari ini Tambah 16 Kasus Covid-19 di Sumsel

Hari ini Tambah 16 Kasus Covid-19 di Sumsel

0
Ilustrasi swab test Covid-19. Foto: Ricardo/JPNN.com

PALEMBANG, PE – Kasus baru positif terpapar Virus Corona atau Covid-19 di Sumatera Selatan terus bertambah. Per Senin (18/5) atau beberapa hari jelang diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palembang dan Prabumulih, ada tambahan 16 orang sehingga total yang terpapar Corona di provinsi ini sebanyak 537 orang.

“Penambahan kasus konfirmasi positif pada hari ini di Sumsel sebanyak 16 orang. Sebanyak 15 orang dari Kota Palembang, satu dari Prabumulih. Status kasus transmisi local,” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri, SKM, Senin (18/5).

Ia meminta masyarakat Sumsel tidak panik dengan adanya penambahan kasus positif Corona. Terlebih, mereka yang tertular merupakan keluarga, sahabat, atau orang terdekat dari kasus-kasus positif sebelumnya.

“Lagipula, pemeriksaan sampel belum selesai. Masih mungkin kasusnya bertambah. Penambahan kasus merupakan sahabat dan keluarga. Sehingga sangat wajar kalau orang-orang terdekat yang satu rumah ini tertular Covid-19,” ucapnya.

Dari sampel yang diperiksa itu, sampel positif Covid-19 sebanyak 537 orang, sampel negative 275 orang, sampel yang masih dalam proses pemeriksaan dan masih menunggu antrian pemeriksaan sebanyak 1612 sampel.

Orang dalam pemantauan (ODP) di Sumsel berjumlah 5374 orang. Telah selesai pemantauan sebanyak 3973 orang, masih dalam pemantauan 1401 orang.

Pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 381 orang. Selesai pengawasan sebanyak 175 orang, masih proses pengawasan atau masih dirawat di rumah sakit sebanyak 206 orang.

Jumlah sampel yang diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang hingga hari ini sebanyak 2424 sampel. Rinciannya, sampel OTG sebanyak 1845, PDP 464 sampel, dan ODP 115 sampel.

Sedangkan kasus sembuh masih tetap berjumlah 73 orang. Kasus meninggal ada satu orang dari Prabumulih. Sehingga total yang meninggal di Sumsel sebanyak 16 orang.

“Namun kami jelaskan juga, angka kematian masih normal. Secara global, angka kematian berada di kisaran 2-4 persen dari total kasus. Posisi kita sekitar 2,4 persen. Jadi masih normal tingkat kematiannya,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan, Bengkulu sudah mengembangkan laboratorium TCM (Tes Cepat Molekuler). TCM merupakan pengembangan dari pemeriksaan untuk penyakit tubercolosis.

“Alat ini di-upgrade, sehingga bisa melakukan pemeriksaan PCR Covid-19. Namun kapasitasnya tidak sebanyak alat PCR. Bengkulu sudah bisa periksa sampel untuk Covid-19, namun kapasitasnya masih sedikit. Sehingga masih mengirim sampel ke Sumsel. Kecuali mereka sudah punya alat PCR sendiri,” tuturnya.

Disinggung kebijakan pemerintah terkait Hari Raya Idul Fitri, menurutnya, belum ada petunjuk dari pusat. Namun sebagai Gugus Tugas Sumsel, ia mengimbau masyarakat tidak berkunjung ke rumah sanak saudara saat Lebaran nanti untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Disinggung soal dibolehkannya masyarakat untuk bepergian oleh pemerintah, menurutnya, itu hanya berlaku untuk pejabat atau pegawai negara dan swasta, yang ada hubungannya dengan penanganan Covid-19. Serta ada alasan lain, seperti keluarga meninggal atau sakit.

“Mereka berangkat ke suatu tempat ada hubungannya dengan Covid-19, atau keluarganya meninggal dan sakit. Itu yang diperbolehkan. Kalau keperluan mudik, tidak diizinkan,” ujarnya.

Mereka yang bepergian ini, ia melanjutkan, wajib membawa surat kesehatan sehat dan hasil rapid test. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here