Home Headline News Hari Pertama PSBB, Palembang Masih Ramai

Hari Pertama PSBB, Palembang Masih Ramai

0
Pasar 26 Ilir tetap ramai pada hari pertama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palembang, Rabu (20/5).

PALEMBANG.PE- Hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Koa Palembang, Rabu (20/5), aktivitas masyarakat berjalan normal. Tidak terlihat pos-pos pemeriksaan aparat untuk memastikan warga telah mematuhi perintah untuk memakai masker, tidak berboncengan motor lain KTP, dan pembatasn jumlah penumpang di dalam kendaraan roda empat.

Pantauan di lapangan, kondisi lalu lintas di sejumlah jalan protokol di Palembang terlihat lancar. Tidak ada perbedaan dari hari-hari biasanya. Kegiatan perekonomian berjalan normal. Pertokoan di sepanjang Jalan Sudirman tetap buka.

Sementara di pasar, warga terlihat ramai berbelanja untuk persiapan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Seperti terlihat di Pasar 26 Ilir. Mereka memang tetap mengenakan masker, tapi jarak antar mereka berdekatan. Padahal, seperti anjuran pemerintah, minimal ada jarak satu meter.

“Pasar masih ramai. Apalagi kalau di dalam. Banyak warga membeli barang kebutuhan pokok untuk persiapan Lebaran,” kata Dolah, pedagang kelontong di Pasar 16 Ilir.

Ia mengaku tidak tahu kalau hari ini diberlakukan PSBB di Palembang. Sebab sepanjang yang dia lihat, belum ada titik-titik pemeriksaan dari aparat di dalam kota.

Pengendara ojek online juga tetap mengambil penumpang. Belum ada larangan sejauh ini.

“Belum ada larangan untuk ambil penumpang. Tapi memang saya hari ini baru dapat order membawa paket makanan,” kata Gunawan, pengendara ojek online.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) telah menyetujui Peraturan Wali Kota (Perwali) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Palembang dan Prabumulih. PSBB langsung diterapkan setelah dokumen tersebut diserahkan kembali ke masing-masing daerah, Rabu (20/5).

“Besok [Rabu (20/5)] Perkada atau Perwali itu selesai, dapat langsung dilaksanakan atau paling lambat 21 Mei. Bentuk pelaksanaannya masih bersifat teguran persuasif bila ada yang melanggar,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru dalam konferensi pers virtual, Selasa (19/5) malam.

Ia mengatakan, langkah persuasif dilakukan sekaligus sebagai proses sosialisasi PSBB di dua daerah selama lima hari hingga 25 Mei. Setelah itu, setiap bentuk pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai dengan pasal-pasal yang tertera di dalam perwali masing-masing daerah.

“Instansi penegak hukum langsung yang akan menindak pelanggaran, baik Polri maupun Kejaksaan. Artinya H+2 Lebaran, seperti informasi di awal sudah diberlakukan sanksi karena masyarakat dianggap sudah paham setelah sosialisasi. Pangdam dan Kapolda juga sudah menurunkan anggotanya untuk persiapan ini dan bergabung dengan gugus tugas instansi masing-masing daerah,” kata Deru.

Ia berharap dalam waktu lima hari ke depan, Pemerintah Kota Palembang maupun Prabumulih benar-benar melakukan sosialisasi ke seluruh elemen masyarakat. Dia tak ingin ada masyarakat yang tidak mengetahui penerapan PSBB dan menimbulkan keresahan karena melanggar aturan.

Deru pun berujar, seluruh jajaran Forkopimda Sumsel dan seluruh kepala daerah sepakat untuk tidak menggelar salat Idul Fitri secara berjemaah, melainkan salat di masing-masing rumah. Begitu pula terkait larangan mudik. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here