Home Headline News 953 Orang Terpapar Corona di Sumsel

953 Orang Terpapar Corona di Sumsel

0

PALEMBANG, PE – Pada hari ini terdapat 12 kasus positif baru Virus Corona atau Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan, sehingga total yang terpapar virus baru ini sebanyak 953 orang.

“Di pusat ada perbedaan data satu orang. Sebenarnya satu orang itu merupakan orang yang sama, tapi penulisan namanya salah. Diterjemahkan sistem sebagai orang berbeda. Sehingga total kasus di Sumsel 953 orang,” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumsel, Yusri, dalam keterangan pers secara virtual di Sumsel Command Center, Jumat (29/5).

Kasus sembuh ada penambahan 42 orang, sehingga total sembuh di Sumsel 169 orang. Pada hari ini juga ada tambahan kasus meninggal sebanyak dua orang dari Palembang. Sehingga total meninggal 30 orang.

“Jumlah yang meninggal ini masih dalam batas kewajaran, yakni empat persen. Masih dalam standar normal. Sejauh ini yang meninggal merupakan pasien positif dengan penyakit bawaan,” ujarnya.

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Sumsel sebanyak 6054 orang, selesai pemantauan 4223 orang, ODP masih dalam proses pemantauan 1831 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara keseluruhan berjumlah 539 orang, selesai pengawasan 229 orang, proses pengawasan 310 orang.

Sampel yang diperiksa sampai hari ini di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang sebanyak 3429 sampel. Terdiri dari OTG 2651 sampel, PDP 659 sampel, ODP 168 sampel. Dari sampel tersebut, sampel positif berjumlah 953, sampel negatif 407, masih dalam proses pemeriksaan 2069 sampel.

Ia mengakui bahwa sudah ada klaster pasar di Palembang, seiring dengan adanya pedagang yang positif Covid-19 di Pasar Kebon Semai Sekip dan Pasar Kebun Bunga.

Disinggung kajian angka reproduksi dalam pandemi Virus Corona yang belakangan populer, yakni basic reproduction number (Ro) dan effective reproduction number (Re/Rt), menurutnya, itu tetap terus dilakukan.

Ro adalah jumlah kasus baru yang tertular dari satu kasus infektif pada populasi sepenuhnya rentan. Ro biasanya digunakan di awal kasus (pertumbuhan kasus eksponansial), untuk menunjukkan potensi besarnya pandemi.

Sedangkan Re/Rt adalah jumlah kasus baru yang tertular dari satu kasus terinfeksi pada populasi, yang memiliki kekebalan sebagian atau setelah adanya intervensi.

Biasanya Re/Rt digunakan untuk evaluasi penyebaran penyakit, yaitu di masa sekarang ini. Dari definisi itu, istilah Ro tidak tepat lagi digunakan untuk melihat penyebaran virus sekarang. Tepatnya digunakan pada awal Maret lalu. Sedangkan untuk sekarang ini yang paling tepat dipakai adalah Re atau Rt.

“Re atau Rt di Provinsi Sumatera Selatan di 0,9. Tadi telah dihitung. Namun tidak bisa dinilai secara Sumsel. Harus dibagi lagi per kabupaten/kota. Terutama kabupaten dan kota yang melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), seperti Palembang dan Prabumulih,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 di Sumatera Selatan mengalami fluktuasi. Kadang angka yang positif naik tinggi, tapi terkadang pula kecil dan menurun, seperti hari ini. Namun tidak lantas bisa diartikan, kasus penularan cenderung menurun. Sebab masih banyak sampel yang tengah dalam proses pemeriksaan di laboratorium.

“Saat ini saja sampel yang masih dalam pemeriksaan 2000 lebih. Belum bisa dibilang kasus Covid-19 di Sumsel menurun. Bisa jadi kasus-kasus yang naik itu sebenarnya sampel lama, yang tertunda pemeriksaannya. Kalau pemeriksaan di laboratorium stabil, baru kita bisa menilai dan memprediksi, dengan kondisi masyarakat yang disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, kasus penularan telah menurun. Sehingga kita bisa memperkirakan kapan pandemi ini akan benar-benar terkendali,” tuturnya.

Terkait sepuluh Anak Buah Kapal (ABK) Tugboat Marina 1626, yang saat ini diisolasi di ODP Center Wisma Atlet JSC, ia meluruskan pemberitaan bahwa salah satu di antaranya telah dinyatakan positif Covid-19.

“Positif rapid test bukan berarti positif Covid-19. ABK itu positif rapid. Semuanya kemarin orang sepuluh telah diperiksa swab untuk pemeriksaan PCR di Wisma Atlet. Sekarang mereka diisolasi di Wisma Atlet,” pungkasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here