Home Pilihan Redaksi ADAB SUNNAH PUASA

ADAB SUNNAH PUASA

0

Oleh: Ustaz Prio Handoko SSy
Guru Ma’had Zaadul Maad Palembang/Alumnus STDI Imam Syafii Jember

PERLU kita pelajari, pahami, dan ketahui tatkala kita sedang melakukan ibadah puasa, khususnya di Ramadan ini. Ada beberapa poin ataupun sunah-sunah yang harus kita kerjakan yang menunjukkan bahwasanya, kita adalah umat Nabi Muhammad yang selalu cinta dengan sunnahnya.

Menjalankan semua apa-apa yang Nabi Muhammad perintahkan kepada kita semua, yaitu adab-adab sunnah yang dianjurkan kepada orang yang berpuasa. Pertama, berusaha untuk mengakhirkan waktu sahur kita. Misal jadwal azan subuh jam 4.30, maka bersahurlah, makan sahur sepuluh menitnya sebelumnya, sekitar jam 4.20.

Sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah, bersahurlah sesungguhnya sahurnya kita itu mengandung berkah, mengandung kenikmatan, yang tiada hentinya. Di mana sahur tersebut di akhir waktunya dan sunnahnya Nabi Muhammad memerintahkan kita untuk makan minum atau sahur di akhir waktunya atau menjelang fajar shadiq, menjelang azan.

Sahur secara bahasa adalah akhir malam, sejenak sebelum fajar. Sebagaimana dikatakan Zaid bin Tsabit diriwayatkan Imam Bukhari. Beliau mengatakan, “Dulu kami sahur bersama Nabi Muhammad, ketika itu kami hendak salat dan berdiri, kemudian aku (Zaid bin Tsabit) bertanya berapa jarak antara azan dan sahur, Nabi Muhammad menjawab kira-kira 50 ayat ketika dibacakan.”

Kemudian yang kedua, menyegerakan berbuka, jangan diakhirkan. Jangan berpikiran bahwa semakin waktu atau durasinya panjang pahalanya semakin banyak pula, tidak demikian.

Justru itu tidak sesuai sunnah Nabi Muhammad. Sesudah azan, dia akhirkan 5 menit, 10 menit, setengah jam, satu jam, dikiranya dia mendapatkan pahala yang lebih, tidak demikian.
Seharusnya dilakukan adalah menyegerakan, ketika azan telah dikumandangkan, segerakanlah minum makan karena itu adalah perintah Nabi Muhammad.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad, senantiasa manusia itu umatnya selalu mendapatkan kebaikan, kemuliaan, keberkahan selama mereka menyegerakan berbuka. Jadi kalau kita menyegerakan berbuka adalah salah satu tanda kebaikan kepada kita semua.

Terakhir yang ketiga, berzikir, memperbanyak dan menghiasi lisan kita dengan mengucapkan kalimat-kalimat mengagungkan Allah karena tidaklah lisan kita tatkala perut kita memanggil-manggil untuk minum memanggil-manggil untuk makan tapi kita diperintahkan untuk menahan itu semua.

Cara untuk melupakan itu semua, menahan itu semua, menahan hawa nafsu itu semua, yaitu dengan menyibukkan lisan kita dengan memperbanyak zikir kepada Allah. Sehingga menghilangkan semua beban berat puasa kita di Ramadan ini. Sehingga Allah akan memberikan pahala yang begitu besarnya, terlebih lagi kita mengerjakan sunnah-sunnah Nabi Muhammad di Ramadan ini. Yaitu memperbanyak zikir, menghias lisan kita untuk mengingat Allah.
Salah satu ulama yang sangat terkenal di Arab Saudi yaitu Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz. Murid mufti Kerajaan Arab Saudi ini mengisahkan bahwasanya beliau ketika masuk kamar mandi selalu lisan atau mulutnya dimasuki, ditutup dengan kain ataupun semisalnya.
Kenapa? karena lisan beliau sudah terbiasa untuk zikir mengingat Allah. Sementara tidak boleh seorang hamba berzikir di dalam kamar mandi. Sehingga beliau berusaha menutup mulutnya agar tidak berzikir secara spontanitas. Bayangkan spontanitas berzikir kepada Allah apalagi ketika beliau di Ramadan.

Demikianlah tiga point besar yang harus kita kerjakan sebagai umat Nabi Muhammad yang mengaku mencintai Nabi Muhammad. Semoga Allah melipatgandakan pahala kita semua menjauhkan kita semua dari segala macam marabahaya bala di dunia maupun di akhirat kelak. (*)

Catatan: Tausiyah ini dapat anda saksikan dan simak secara lengkap di Youtube Channel Palpres Official.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here