Home Pilihan Redaksi Aku Lagi Puasa, Aku Lagi Puasa

Aku Lagi Puasa, Aku Lagi Puasa

0

Oleh : Ustaz Eko Iswanto SH
Guru Ma’had Zaadul Maad Palembang/Alumnus STDI Imam Syafii Jember Jawa Timur

KETAHUILAH, puasa bertingkat-tingkat. Tingkat yang paling tinggi puasanya orang-orang yang beriman, puasanya orang-orang yang mengharapkan ganjaran hanya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ada juga puasa yang paling rendah, puasa yang paling rendah adalah puasa yang hanya menahan rasa lapar, menahan rasa haus.

Tingkatan yang tinggi, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang artinya, barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan iman dan hanya mengharap ganjaran dari Allah Ta’ala, maka ganjarannya Allah ampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Itu tingkatan puasa yang paling tinggi.

Kemudian yang kedua ada tingkatan yang paling rendah. Sebagian ulama mengatakan, puasa yang paling rendah adalah puasa orang-orang yang hanya menahan rasa lapar, menahan rasa haus.
Maka jadilah orang yang pertama, jadilah orang yang dapat ampunan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Puasa dengan iman, puasa yang kita mengharapkan ganjaran dari Allah.
Dan hendaknya ketika kita berpuasa, maka kita tinggalkan sesuatu yang sia-sia, kita tinggalkan perkataan yang tercela. Apabila ada orang yang ingin mencelakakan kita, ada orang yang mengejek kita, maka kita katakan, inni shoim, aku sedang berpuasa.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Tidaklah puasa itu hanya menahan rasa lapar dan hanya menahan rasa dahaga, sesungguhnya puasa itu adalah menahan dari perbuatan yang sia-sia dan perbuatan yang keji.”

Kalau ada orang yang mengajak ribut, maka katakanlah “aku lagi puasa”. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Kalau ada orang yang mencelamu atau ada yang ingin mencelakakanmu, maka katakanlah aku lagi puasa, aku lagi puasa.”

Inilah anjuran dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika ada orang yang sedang mencelakakan kita, sedangkan kita lagi berpuasa, maka katakan kepada orang tersebut aku lagi puasa, aku lagi puasa. Dua kali. Semoga kita menjadi orang yang tingkatan puasa yang paling tinggi yang dapat diampuni oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. (*)

Catatan: Tausiyah ini dapat anda saksikan dan simak secara lengkap di Youtube Channel Palpres Official.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here