Home Sumsel Lubuklinggau Belum Ajukan PSBB, Tapi Pemkot Lubuklinggau Sudah Lakukan Langkah-Langkah Berikut Ini

Belum Ajukan PSBB, Tapi Pemkot Lubuklinggau Sudah Lakukan Langkah-Langkah Berikut Ini

0
Wali Kota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe (kiri) memimpin rapat terbatas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Kota Lubuklinggau.

LUBUKLINGGAU, PE – Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau belum berencana mengajukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) meski jumlah pasien positif terinfeksi virus corona atau coronavirus disease 2019 (covid-19) di kota ini sudah 13 orang. Kendati demikian langkah-langkah menuju PSBB sebagai bentuk antisipasi penanggulangan penyebaran covid-19 sudah dilakukan di lapangan.

Wali Kota Lubuklinggau sekaligus Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe usai memimpin rapat terbatas dalam penanggulangan covid-19 mengungkapkan, kondisi Kota Lubuklinggau saat ini memang sudah merah, sudah termasuk kategori daerah terjangkit virus mematikan yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China. Terlebih sudah ada 3 orang masyarakat umum yang dinyatakan positif covid-19.

“Sudah merah (kondisinya), walaupun (Lubuklinggau) tidak PSBB tapi langkah-langkah ke situ sudah ada, seperti bangun kawasan tertib covid-19 dari depan Masjid Agung hingga simpang tiga RCA. Di mana disitu diterapkan jaga jarak, wajib pakai masker dan menjaga tidak adanya kerumunan. Nah langkah-langkah ini diharapkan dapat dilakukan juga di tengah masyarakat,” ujar Nanan, demikian sapaannya.

Dia menjelaskan, tiga orang masyarakat umum yang dinyatakan positif covid- 19 merupakan hasil tracking petugas kesehatan dari pasien positif sebelumnya. “Mereka masyarakat umum yang berobat, ada pasien cuci darah dan masyarakat biasa. Sampai sekarang kami masih mendalaminya. Dan jangan sampai ini terjadi di masyarakat, jadi kita tracking lagi 30 orang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lubuklinggau AKBP Mustofa mengimbau para orang tua yang memiliki anak usia remaja tanggung untuk melakukan pengawasan.

“Karena hampir setiap malam saya patroli, masih ditemukan ya beberapa orang yang pada usia 19-20, usia-usia sekolah masih keluyuran. Jadi saya minta tolong orang tua bantu kita dalam hal pengawasan,” katanya.

Kemudian dia juga mengimbau warga Musi Rawas (Mura) ataupun Musi Rawas Utara (Muratara) yang masuk untuk berbelanja ke kota Lubuklinggau agar memakai masker. Sebab kota Lubuklinggau merupakan daerah terjangkit alias zona merah.

“Kemarin saya dengan Pak Wali Kota dan Pak Dandim masih menemukan juga orang Mura belanja ke Linggau tidak pakai masker.¬†Akhirnya kita yang berikan masker kepada masyarakat Mura dan Muratara yang menuju ke Lubuklinggau,” ungkapnya.

Selain itu, Mustofa juga mengaku setiap sore bersama Wali Kota mengecek pos perbatasan di daerah Kupang, depan Hotel Dafam pada sore hari.¬†“Masih kita temukan orang-orang yang pulang kerja dari wilayah Mura, baik ASN (aparatur sipil negara) atau pekerja perkebunan, yang mereka masuk ke Linggau tidak menggunakan masker. Padahal mereka memasuki daerah pandemi,” ungkapnya.

Karena itu, Mustofa meminta agar semuanya bersama-sama melaksanakan protap yang sama. “Mari kita sama-sama laksanakan protap yang sama,” pungkasnya. WAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here