Home Headline News Covid-19 Tak Halangi Tradisi “Speedboat” di Sungai Ogan

Covid-19 Tak Halangi Tradisi “Speedboat” di Sungai Ogan

0
Warga Kabupaten Ogan Ilir saat menikmati ngebut di Sungai Ogan naik Speedboat, saat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

INDRALAYA. PE- Meskipun dalam ancaman Covid-19 atau Virus Corona yang mematikan, tidak menghalangi muda-mudi di Kabupaten Ogan Ilir untuk menikmati tradisi Speedboat di Sungai Ogan di Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

Meskipun sempat dibubarkan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Ogan Ilir dan personel kepolisian mengamankan beberapa dirigen BBM milik pedagang, namun Speedboat yang dipenuhi penumpangnya masih saja wara-wiri di Sungai Ogan.

Kapolsek Indralaya, AKP Helmy mengaku, bahwa minyak yang diamankan anggotanya untuk meredakan aksi Speedboat di suasana lebaran ini. “Sementara diamankan dulu, biar speed bubar, karena situasi Covid,” ujar Kapolsek saat dikonfirmasi terkait anggotanya yang menyita minyak milik pedagang di Desa Tanjung Agung.

Pantauan media ini, suasana Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Ogan Ilir masih terasa dengan adanya tradisi tahunan ‘Speedboat’ mengarungi Sungai Ogan. Tak ayal, keuntungan berlipat pun didapat para sopir Speedboat dadakan tersebut.

Tradisi speedboat mengarungi Sungai Ogan ini sudah dijalankan masyarakat Bumi caram Seguguk, sejak beberapa tahun lalu. Tingginya permintaan masyarakat menggunakan jasa transportasi sungai untuk bertamasya pada momentum Lebaran tahunan ini, mendorong bertambahnya kuantitas Speedboat.

Menurut penuturan warga setempat, aktivitas Speedboat di Sungai Ogan merupakan tradisi tahunan pada momentum Hari Raya Idul Fitri, mulai hari pertama lebaran hingga bisa mencapai enam hari kedepannya. Operasional Speedboat pun dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga menjelang Maghrib.

Untuk biaya yang dibebankan kepada penumpang, tergantung dari negosiasi antara sopir Speedboat dengan penumpang. Lama perjalanan menyusuri Sungai Ogan minimal 8 menit hingga 15 menit.

Begitu pula untuk rute perjalanan, dimulai dari Desa Sakatiga hingga Desa Tebing Gerinting. Tapi, jika volume sungai besar, maka rute perjalanan pun berubah, sesuai dengan situasi dan kondisi sungai.

Penumpang yang menggunakan jasa transportasi sungai ini pun, bukan saja dari kalangan anak-anak baru gede (ABG) saja, namun melainkan berasal dari anak-anak, maupun orang dewasa.

“Momentum Idul Fitri sangat berarti buat kami sopir Speedboat, karena banyak masyarakat yang menginginkan bertamasya menyusuri Sungai Ogan dengan memanfaatkan jasa Speedboat. Dari pada di rumah saja, mendingan kami menjalankan profesi ini,” ujar salah satu serang (juru mudi, red) Speedboat, Mawan (32)

Pria yang menjalankan profesi sebagai serang Speedboat baru beberapa tahun ini, mengaku keuntungan diperoleh menjadi sopir Speedboat ini lumayan cukup tinggi dengan laba bersih sebesar Rp1- 2 juta per-hari.

“Bayangkan saja dalam sekali putaran pagi hari, satu penumpang dikenakan biaya sebesar Rp10 ribu. Itu pun berlaku untuk anak-anak. Sementara pada sore hari bisa Rp 15. ribu per kepala dan satu putaran. Ada juga yang sistem carter, untuk sekali jalan itu Rp100 ribu,” terangnya saraya mengaku dalam satu Speedboat memiliki kapasitas 9-10 orang.

Soal adanya wabah Covid-19 yang mematikan saat ini, pihaknya mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan itu. “Mati sudah ada ajalnya Pak, yang kami takutkan dalam kondisi saat ini, tidak ada peminat (Speedboat,red). Tapi nyatanya, Alhamdulillah, peminatnya masih banyak,” tukasnya. VIV

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here