Home Sumsel Indralaya Honorer Tenaga Medis RSUD Ogan Ilir Ancam Mogok Kerja

Honorer Tenaga Medis RSUD Ogan Ilir Ancam Mogok Kerja

0
RSUD Ogan Ilir

INDRALAYA. PE- Sebanyak 150 tenaga honorer medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ogan Ilir, mengancam akan mogok kerja. Pasalnya, tidak ada kejelasan informasi terkait insentif dari pihak manajemen dalam menangani pasien positif Covid19.

Salah satu pegawai yang tidak ingin disebutkan namanya membeberkan, bahwa saat ini RSUD OI telah dijadikan sebagai RS rujukan Covid-19. Namun pegawai tersebut mengaku bingung dengan manajemen, lantaran tidak ada pemberitahuan secara formal terhadap pegawai yang menangani pasien Covid-19 yang tengah mewabah ini.

“Memang ada Satgas di Rumah Sakit tapi bukan Gugus Tugas, namun dalam pembuatan Satgas ini kita dibuat bingung. Tiba-tiba liyta sudah masuk ke daftar Satgas disuruh menangani pasien Covid-19, tanpa adanya surat tugas ataupun pembahasan tentang insentif yang jelas,” tutur salah satu pegawai di RS yang menolak namanya dipublikasi.

Berkaitan dengan insentif, pria ini menyebut dalam penanganan pasien yang diduga terkena Covid-19 juga belum ada informasi lebih lanjut. Tak hanya itu, dia menyebut honorarium di bulan April 2020 saja belum mereka dapatkan.

“Mungkin ada insentif penanganan, tapi belum ada kejelasan juga berapa besarannya. Bahkan honor bulanan kita di bulan empat saja belum dikasih. Sekitar 150 honorer yang mogok kerja,” ungkapnya.

Pihak RSUD dalam hal ini Direktur, dr. Roreta Arta Guna mengaku, bahwa seluruh nakes harus siap melayani pasien apapun, termasuk Covid-19 tidak boleh menolak.

“Mereka ini tidak mau melayani cov6id takut tertular. Jadi, Kita manfaatkan yang mau saja pak,” ujarnya saraya mengaku untuk insentif tetap ada. “Ada Pak uang lelah untuk yang mau menangani Covid-19. Besarannya beda-beda sesuai resiko kerja,” tukasnya yang mengaku tidak halal besaran insentif tersebut. VIV

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here