Home Palembang Langkah Konkret Gubernur Herman Deru Alihkan Anggaran untuk Insentif Tenaga Kesehatan

Langkah Konkret Gubernur Herman Deru Alihkan Anggaran untuk Insentif Tenaga Kesehatan

0
Gubernur Sumsel Herman Deru (tengah) didampingi Kepala Dinkes Sumsel Lesty Nurainy dalam satu kesempatan belum lama ini.

PALEMBANG, PE – Strategi dan kebijakan terus dilakukan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru dalam upaya pandemi virus corona atau coronavirus disease 2019 (covid-19) di Sumsel. Termasuk juga memangkas anggaran untuk dialihkan sebagai insentif tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga penunjang yang berada di garda terdepan dalam penanganan pandemi covid-19.

Bahkan diketahui, sejak awal merebaknya wabah covid-19 di Sumsel, perhatian kepada tenaga kesehatan dengan memberikan insentif tambahan tersebut telah dilakukan Herman Deru.

“Insentif ini bentuk apresiasi kita kepada petugas mulai dari tenaga kesehatan, relawan dan tenaga pendukung lainnya yang rela berada di garda terdepan dalam percepatan penanganan covid-19. Ini sudah sejak awal kita lakukan,” tutur Gubernur Sumsel Herman Deru melalui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel Lesty Nurainy dalam siaran persnya kepada Palembang Ekspres, Kamis (28/5).

Menurut Lesty, saat ini insentif tersebut dialokasikan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sesuai dengan instruksi pemerintah pusat.

“Pak Gubernur memberikan insentif itu sesuai dengan Surat Edaran Menteri Keuangan (Menkeu) dan keputusan Menteri Kesehatan (Menkes). Insentif yang dialokasikan dari APBD itu diberikan kepara petugas seperti yang berada di rumah sehat,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit (RS) seperti di RS Siti Fatimah yang tidak bisa klaim insentifnya di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga diberikan insentif yang dialokasikan dari APBD tersebut.

“Yang bisa klaim dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak diberikan lagi dari APBD. Namun yang yg tidak bisa diklaim insentifnya di Kemenkes bisa diberikan. Contohnya dokter radiologi, dokter laboratorium, CSSD, satpam dan sopir ambulan,” bebernya.

Diketahui, besaran insentif untuk tenaga kesehatan maupun tenaga penunjang yang didapat melalui APBN maupun APBD sama saja. Di mana, untuk dokter spesialis insentif yang diterima Rp15 juta, dokter umum Rp10 juta, perawat Rp7,5 juta, dan tenaga kesehatan lainnya Rp5 juta. Sementara untuk tenaga penunjang, insentif yang diberikan mulai dari Rp5 juta hingga Rp15 juta. RIL

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here