Home Palembang Silaturahmi Virtual, Tradisi Baru di Hari Raya

Silaturahmi Virtual, Tradisi Baru di Hari Raya

0
Ilustrasi silaturahmi virtual saat Hari Raya Idul Fitri.

PALEMBANG, PE – Momentum Hari Raya Idul Fitri pada tahun ini di seluruh dunia, khususnya di Kota Palembang, terasa benar-benar berbeda. Tidak ada pelaksanaan Salat Ied di lapangan dan masjid. Tiada pula tradisi silaturahmi ke rumah sanak saudara.

Lantaran pandemi Corona, warga memilih untuk berdiam diri di rumah, mengikuti anjuran pemerintah. Bersilaturahmi terpaksa dilakukan secara virtual menggunakan aplikasi smartphone, tanpa bertatap muka langsung. Seperti dilakukan Tien, warga Komplek Way Hitam.

“Kami tadi sekeluarga baru saja video call dengan keluarga di Denpasar dan daerah lain. Biasanya tiap Lebaran, mereka kumpul di rumah. Tapi karena sekarang sedang ada Corona, kita tidak open house. Silaturahmi via video call saja,” ucapnya, Minggu (24/5).

Menurutnya, Idul Fitri kali ini memang terasa berbeda. Nuansa Lebaran tetap ada. Seperti makanan khas Lebaran, yakni ketupat, opor ayam, sayur buncis, kue-kue, dan lainnya. Namun, rumah terasa sepi lantaran tidak ada yang datang bersilaturahmi.

“Kami bisa memaklumi. Soalnya saat ini sedang pandemi Corona,” ucap ibu rumah tangga yang merupakan PNS di Dinas Kesehatan Palembang ini.

Bermaaf-maafan secara virtual menggunakan aplikasi video call WhatsApp juga dilakukan Edi, warga Komplek Sukarami Indah, saat bersilaturahmi dengan ibunya yang tinggal di Sei Selincah.

“Tahun ini bersilaturahmi secara virtual. Tidak bisa datang ke rumah ibu untuk bermaaf-maafan secara langsung, melainkan lewat aplikasi saja. Soalnya ada wabah Corona,” ucapnya.

Terlebih, kata dia, pemerintah sebelumnya telah memberikan imbauan, agar masyarakat tidak bersilaturahmi dengan tatap muka secara langsung, demi menghindari penularan Virus Corona. Ganti bersilaturahmi tatap muka langsung secara virtual menggunakan teknologi informasi.

Toh, tidak semua keluarga memilih untuk berdiam di rumah saat Lebaran. Ada sebagian yang tetap mengunjungi kediaman sanak familinya. Seperti yang dilakukan Yani, warga Jakabaring. Bersama suami dan kedua anaknya, ia tetap menyambangi rumah ibu mertuanya di Perumnas menggunakan sepeda motor.

“Saya tetap pergi ke rumah mertua di Perumnas. Soalnya dia tinggal sendirian,” ujarnya.

Diakuinya, apa yang dilakukan ini melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang sedang diterapkan di Palembang. Namun, ia terpaksa mengambil risiko itu demi menyenangkan hati mertuanya.

Sementara itu pantauan di lapangan, sejumlah jalan protokol terlihat lengang di hari pertama Idul Fitri. Hal ini seperti terlihat di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Merdeka, Jalan Demang Lebar Daun. Termasuk di daerah Sukarela, Jalan Abu Samah, hingga Jalan Abi Hasan pun erlihat sepi. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here