Home Sumsel Banyuasin Tingkatkan Hasil Panen, Petani Kecamatan Rantau Bayur Harapkan Program Serasi

Tingkatkan Hasil Panen, Petani Kecamatan Rantau Bayur Harapkan Program Serasi

0

BANYUASIN, PE – Sistem pertanian di sawah Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin sangat minim mengunakan teknologi modern dan masih ketertinggalan dari kecamatan lainnya dalam Kabupaten Banyuasin yang sudah memiliki irigasi dan tanggul.

Dari sekian banyak program yang digulirkan oleh Kementrian Pertanian, Kecamatan Rantau Bayur seringkali dilupakan. Diantaranya Program Serasi yang didalamnya ada Program Optimasi Lahan Rawa (OPLA).

Seperti diketahui tahun 2019 lalu, dari 21 Desa di Kecamatan Rantau Bayur hanya satu desa yang mendapatkan Program Serasi yakni Desa Sungai Pinang.

Jadi, wajar jika hasil produksi panen yang diperoleh dari sawah tadah hujan ini, kadangkala tidak sesuai target sehingga keinginan pemerintah untuk mensejahterakan petani pasimis dicapai.

“Kami berharap lahan rawah pertanian di Kecamatan Rantau Bayur bisa masuk dalam Program Serasi seperti pertanian di kecamatan lainnya sebagai upaya meningkatkan hasil produksi panen,”ujar Efriadi Efendi selaku pemerhati petani Kecamatan Rantau Bayur kepada wartawan, kemarin.

Putra Asli Tebing Abang ini mengamati banyak lahan rawah yang justru potensial dapat dikelola jadi lahan pertanian, tapi tidak bisa dimanfaatkan lantaran keterbatasan kemampuan petani untuk mengelola lahan tersebut.

“Mestinya Kecamatan Rantau Bayur jadi pilot projek Program Serasi. Sayangnya pada tahun 2019 lalu tidak diprioritaskan padahal program ini telah lama dinantikan petani,”katanya.

Tantangan demi tantangan yang kerap menghampiri nasib petani di Kecamatan Rantau Bayur, ia mencontohkan pada musim hujan sekarang ini berdampak benih padi yang disemai terendam banjir.

“Seharusnya masalah ini tidak sampai merugikan petani, apabila lahan mereka dibuatkan saluran untuk mengatur air keluar masuk jadi teratur, sehingga disaat air sungai meluap tidak berdampak ke lahan petani, “ungkapnya.

Program Petani Bangkit yang merupakan tagline Askolani-Slamet selaku Bupati dan Wabup Banyuasin dapat dinikmati semua petani tak terkecuali petani di wilayah Rantau Bayur.

“Jika ada peluang kami berharap dukungan dari Pemkab Banyuasin dapat mewujudkan harapan masyarakat Rantau Bayur,”tukasnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin Zainuddin.SP Msi mengatakan apa yang menjadi keluhan petani, datanya sudah masuk dalam Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin terdapat 11 Desa dengan luas lahan lebih kurang 9000 Hektar, sedangkan 10 Desa lainnya akan diusulkan pada 2021 mendatang. Adapun 11 Desa diantaranya Suka rela, Semuntul Sungai Pinang, Srijaya, Sejagung, Sungai lilin, Kemang Bejalu, Tanjung menang, Talang Kemang,Tebing Abang dan Desa Rantau Harapan.

“Melalui Program ini dapat menyukseskan Program Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin yaitu Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera. Yang tak lain guna mensejahterakan kehidupan petani dengan cara memanfaatkan lahan rawah menjadi lahan pertanian dengan tujuan utama dari opla rawa adalah mengoptimalikan lahan rawa menjadi lahan pertanian produktif melalui penataan sistem tata air dan penataan lahan,”katanya.BUD

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here