Home Sumsel Lubuklinggau Ada Al Quran Kuno Hadiah Kesultanan Palembang Darussalam di Museum Subkoss Garuda...

Ada Al Quran Kuno Hadiah Kesultanan Palembang Darussalam di Museum Subkoss Garuda Sriwijaya

0
Seorang pengunjung mengamati huruf demi huruf Al Quran tua koleksi Museum Subkoss Garuda Sriwijaya.

LUBUKLINGGAU, PE – Berbagai pembenahan terus dilakukan oleh pengurus Museum Sub Komando Sumatera Selatan (Subkoss) Garuda Sriwijaya dalam memanjakan pengunjungnya. Teranyar, di museum perjuangan masyarakat Sumatera bagian selatan (Sumbagsel) tersebut kini dibuat sejumlah spot swafoto.

Di antaranya ada koleksi Al Quran tua hadiah Kesultanan Palembang Darussalam (KPD) ke Masjid Agung di Kota Lubuklinggau pada 1925 silam.

Pantauan Palembang Ekspres, sejak Rabu (17/6) Museum Subkoss kembali dibuka untuk umum, setelah sempat ditutup cukup lama dalam rangka mendukung pemerintah memutus mata rantai penularan virus corona atau coronavirus disease 2019 (covid-19).

Tatanan apik benda-benda peninggalan para pejuang di dalam dan luar Museum Subkoss menjadi buruan utama para pengunjung untuk mengabadikan momen kunjungannya. Ada yang berfoto di dekat pajangan beberapa pucuk senjata, lokomotif tua dan market perjalanan perjuangan pejuang dalam melawan penjajah Belanda di Bumi Sriwijaya.

Inilah Al Quran tulisan tangan hadiah Kesultanan Palembang Darussalam untuk Masjid Agung Lubuklinggau pada 1925 silam.

“Ada satu spot berswafoto yang tengah kami benahi, yaitu di dekat mobil Jeep tua yang pernah dipakai oleh Pahlawan Nasional dan mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) di awal masa Kemerdekaan, Mayjen TNI (purn) AK Gani. Pengunjung dapat berfoto dengan latar belakang mobil atau lukisan pemandangan alam yang terpasang di belakang Jeep,” ujar Kepala UPTD Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Chandra Amprayadi SH melalui Kepala Unit Museum Subkoss Garuda Sriwijaya Eva Kusmalwati, Rabu (17/6).

Kemudian, pengunjung dapat melihat koleksi Al Quran tua hadiah dari Kesultanan Palembang Darussalam ke Masjid Agung Lubuklinggau. Al Quran bertulis tangan bertinta hitam itu berukuran tebal 8 cm, lebar 22 cm dan panjang 32 cm, ditulis di atas kertas Eropa abad XVII.

“Keberadaanya di Lubuklinggau sejak didirikan Masjid Agung pada 1925 serentak dengan pembangunan Kota Lubuklinggau untuk dipersiapkan menjadi ibu kota Onder Afdeling Moesie Oeloe yang secara resmi dibuka pada 1933, hingga akhirnya dihibahkan ke Museum Subkoss Garuda Sriwijaya,” ungkap Eva.

Koleksi lainnya adalah Bendera Pusaka yang dibuat dan dijahit oleh M Yakub Lakin Veteran (alm) pada 1949. Bendera Merah Putih berukuran 300×200 cm itu dikibarkan pertama kali pada waktu penyerahan (case fire) antara Belanda dan Tentara Republik Indonesia di halaman kantor RAD (marga) di Desa Muara Kati Baru I, atas perintah Tentara Republik Indonesia di Lubuklinggau pada 1949.

“Ada juga senjata tradisional pejuang berupa pedang, mandau dan keris yang dipakai untuk melawan penjajah di masa perjuangan. Kondisi Museum Subkoss Garuda Sriwijaya sekarang sudah sangat nyaman dikunjungi masyarakat,” tukas Eva.

Sangat istimewa berbagai koleksi peninggalan benda-benda bersejarah di Museum Subkoss Garuda Sriwijaya. Ayo tunggu apalagi, segera kemas barangmu dan berangkat ke Lubuklinggau! WAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here