Home Konsultasi Dituntut Rekan Bisnis Kasus Penipuan

Dituntut Rekan Bisnis Kasus Penipuan

0

Redaksi Yth,

SAYA mengadakan kerjasama bisnis dengan orang lain, yakni menerima suntikan modal usaha yang diperkuat dengan sebuah perjanjian tertulis. Dalam perjalanan, usaha yang saya bangun tak berjalan sebagaimana diharapkan hingga saya kesulitan untuk mengembalikan modal kepada pihak mitra usaha saya.

Belakangan, mitra usaha saya mengancam akan melaporkan saya telah melakukan tindak pidana penipuan. Sementara menurut teman saya yang berlatar pendidikan hukum, kasus saya wanprestasi dan bukan melakukan penipuan.

Yang ingin saya tanyakan, apakah keadaan yang saya hadapi ini bisa menyebabkan saya terkena sanksi hukum karena saya telah melakukan penipuan? Terima kasih.

Ahmad, Prabumulih

Jawaban :

Menjawab pertanyaan tersebut maka hal pertama yang kita dalami dahulu unsur-unsur penipuan Pasal 378 KUHP unsurnya 1. Barang siapa 2. Dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain 3. Dengan melawan hukum 4. Dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat atau rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya.

Unsur 1. Barang siapa disini maksudnya siapa saja telah terpenuhi. Unsur 2. Dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain, unsur ini juga terpenuhi, karena si penerima uang mendapatkan untung dari uang yang telah diterimanya atau uang tersebut bisa saja diserahkannya kepada orang lain untuk urusan yang lain, berarti ini menguntungkan orang lain.

Unsur ke 3. Dengan melawan hukum, supaya unsur ini terpenuhi harus diperhatikan dahulu unsur-unsur yang lain. Yang ke-4, Dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, apakah benar orang yang menerima uang tersebut sesuai dengan namanya seperti yang tertulis dalam perjanjian atau nama tesebut dipalsukannya, dengan tipu muslihat atau dengan rangkaian kebohongan. Apakah usaha si penerima uang betul-betul ada atau tidak ada hanya bohong saja seolah-olah usaha itu ada. Kalau usahanya tidak ada sedangkan uang tersebut gunakan keperluan lain, maka unsur ini sudah terpenuhi. Tetapi kalau usahanya memang ada dan uang yang diterimanya benar-benar digunakannya untuk usaha yang dijanjikan tetapi belum berhasil, maka unsur ini tidak terpenuhi.

Kesimpulan: untuk mengetahui apakah si penerima uang dapat terjerat Pasal 378 KUHP atau tidak masih perlu didalami lagi unsur pasal antara lain nama apakah palsu atau tidak, kemudian usahanya apakah ada atau tidak, selanjutnya uang yang diterimanya dikemanakan, dan apakah digunakan usaha atau tidak.

Pada kasus ini data yang ada sangat minim sekali, maka untuk sementara si penerima uang masih dapat sedikit istirahat memikirkan kasus ini. Belum lagi apakah alat bukti yang dimaksud dalam Pasal 184 KUHAP sudah terpenuhi yaitu :
1. Ket. Saksi
2. Ket. Ahli
3. Surat
4. Petunjuk
5. Ket. Terdakwa
Apabila ditemukan se-kurang-kurangnya 2 dari 5 alat bukti tersebut, maka si penerima uang dapat dijerat Pasal 378 KUHP.

Untuk perdata walaupun tuntutan pidana itu berjalan, gugatan perdata masih dapat dilakukan dalam peristiwa ini penerima uang dapat digugat karena telah melakukan ingkar janji atau wanprestasi.

Adapun wujud wanprestasi sdalah.
1. Yang dijanjikan dipenuhi tapi terlambat
2. Yang dijanjikan dipenuhi tapi sebagian saja dari yang dijanjikan.
3. Yang dijanjikan tidak dipenuhi sama sekali.

Wujud yang mana yang tidak dipenuhi oleh si penerima uang, yang pasti perbuatan si penerima uang dapat digugat karena melakukan wanprestasi.

Terima kasih

Rohman Hasyim, SH, MH
Advokat & Wakil Ketua 3 STIHPADA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here