Home Headline News Gubernur Herman Deru Siapkan Tim Penyelesaian, Masjid Raya Sriwijaya Dibangun Bertahap

Gubernur Herman Deru Siapkan Tim Penyelesaian, Masjid Raya Sriwijaya Dibangun Bertahap

0
Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Wakil Gubernur Mawardi Yahya dan Sekda Nasrun Umar meninjau lahan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, Selasa (16/6).

PALEMBANG, PE – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru menegaskan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya tidak boleh mandek dan bakal dibangun secara bertahap.

Di masjid ini nantinya akan menjadi epicentrum kegiatan-kegiatan keagamaan. Di lahan ini bakal dibangun Islamic Center yang berhadapan langsung dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

“Semua komplit datang ke lokasi pembangunan Masjid Sriwijaya ini, yang masyarakat inginkan bahwa Provinsi Sumsel ini punya pusat pendidikan Islam, juga syiar Islam yang bersatu di dalam Islamic Center dan ada UIN. Tentu sebagai Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda dan semua tim DPRD ingin angan-angan masyarakat Provinsi Sumsel ini harus terwujud,” kata Deru didampingi Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel H. Nasrun Umar dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumsel saat meninjau langsung lahan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Jakabaring seluas 9 hektar di Jalan Pangeran Ratu, Jakabaring, Palembang, Selasa (16/6) siang.

Kendati masih terdapat persoalan, Deru menegaskan akan melakukan upaya penuh agar pembangunan masjid Raya Sriwijaya tidak ditemui kendala, yakni dengan membentuk langsung tim penyelesaian untuk melanjutkan pembangunan masjid ini.

“Termasuk akan menganalisa apakah pembangunan Masjid ini tetap dikelola yayasan ataukah pembangunannya di-take over ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkenaan, dan nanti pengelolaannya setelah selesai apakah dikembalikan ke yayasan ataukah dikelola oleh tim atau UPT khusus dari Pemprov,” tegasnya.

Lebih jauh Deru menguraikan, dari hasil pembangunan yang lama tentu Pemprov Sumsel menginginkan adanya kejelasan, sebab Pemprov Sumsel di tahun-tahun lalu sudah sempat menggelontorkan dana sebesar Rp 130 Miliar.

“Sampai ke mana pembangunan ini berjalan atau penggunaan uang ini berjalan hasilnya apa tentu kita butuh hasil audit dari lembaga yang dipercaya yakni Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga dari lembaga internal kita. Pihak yayasan juga sudah bersedia di audit kita dapat melanjutkan ini dari titik yang jelas Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel nanti akan melanjutkan ini dari titik yang jelas dari STA berapa dan kita segera bentuk tim penyelesaian,” tambah Deru.

Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumsel ini juga menambahkan, pembangunan Masjid Raya Sriwijaya ini akan dibangun secara bertahap dan dapat segera dimanfaatkan.

“Ada riwayat panjang tentang pembangunan masjid ini dimana tanah ini adalah tanah Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang dihibahkan ke yayasan pada masa itu, sejak 2009 proses ini di mana saat prosesnya terjadi kendala secara administrasi hingga ada yang menggugat tanahnya. Maka di kesempatan ini saya mohonlah kepada yang menggugat atau yang berkenaan dengan ini kita sama-sama menyelesaikannya dengan baik,” pungkasnya. RIL/CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here