Home Headline News Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi

Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi

0

Warga Diimbau Disiplin Terapkan Prokes

PALEMBANG, PE – Kasus penularan Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan masih tinggi. Pada Minggu (28/6) terdapat tambahan 50 kasus baru. Warga diimbau disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Sumsel pada hari ini sebanyak 50 orang. Dengan rincian, Palembang 40 orang, OKI 3 orang, PALI 1 orang, Ogan Ilir 2 orang, dan Banyuasin 4 orang,” kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 di Sumsel, Yusri dalam siaran pers virtual menggunakan aplikasi Zoom di Command Center Pemprov Sumsel, Minggu (28/6).

Kasus sembuh hari ini, ia mengatakan, sebanyak 21 orang, yang semuanya berasal dari Palembang. Sehingga total sembuh di Sumsel 959 orang.

Sedangkan kasus meninggal hari ini sebanyak 3 orang yang berasal dari Palembang 2 orang dan Banyuasin 1 orang. Sehingga total yang meninggal akibat Virus Corona di Sumsel 84 orang.

“Sampai hari, total kasus positif Covid-19 di Sumsel sebanyak 2000 orang, kasus selesai 1043 orang, kasus aktif 957 orang,” tukasnya.

Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) hingga hari ini totalnya 8412 orang, selesai pemantauan 6633 orang, masih dalam pemantauan 1779 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) total keseluruhan 907 orang, selesai pengawasan 631 orang, masih dalam perawatan 276 orang.

Masih tingginya kasus penularan Covid-19 di Sumsel menunjukkan penyakit ini belumlah tuntas. Penyebab tingginya kasus positif pada hari ini lantaran tingginya aktivitas masyarakat di luar rumah. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap menjalankan protokol kesehatan. Sebab itulah jalan satu-satunya untuk menghentikan penularan.

“Kalau kita tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, seperti pakai masker, jaga jarak, dan sering cuci tangan, kasus Covid-19 akan terus bertambah,” ujarnya.

Ia mengakui, awalnya tidak nyaman memakai masker. Tapi lebih baik pilih aman. Setelah ini jadi kebiasaan, maka akan terasa nyaman.

“Jadikan memakai masker kebiasaan baru dalam beraktivitas. Sehingga kita bisa hidup produktif, tapi aman terhadap penularan Covid-19,” tukasnya.

Menurutnya, pihak Gugus Tugas masih terus berupaya mendisiplinkan masyarakat. Salah satunya dengan edukasi.

“Ke depan, kita minta pengawasan dari semua pihak, baik pemerintah, maupun masyarakat. Kita harus selalu mengingatkan antar sesama, utamanya dengan keluarga, untuk disiplin memakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan, dan selalu mencuci tangan,” tuturnya.

Disinggung apakah saat ini masuk gelombang kedua penularan Covid-19, menurutnya, kasus positif di Sumsel belum melandai. Sehingga belum bisa dikatakan demikian.

Terkait klaster baru penularan, menurutnya, belum ada. Sejauh ini masih dua pasar tradisional, Pasar Kebun Semai dan Pasar Kebun Bunga di Palembang.

Dikatakan dia, penderita Covid-19 kebanyakan tanpa gejala. Mereka diisolasi di tempat-tempat khusus yang disediakan pemerintah, seperti Wisma Atlet JSC. Beberapa kabupaten/kota juga menyiapkan fasilitas khusus, seperti Lubuklinggau, Kabupaten OKU, OKI, Muba, dan Banyuasin.

“Sekitar 20 persen dari pasien-pasien tersebut dirawat di rumah sakit. Rinciannya, rumah sakit rujukan 59 orang, rumah sakit darurat 466 orang, dan isolasi mandiri 432 orang,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, rapid test digelar tergantung keperluan. Jika keperluannya untuk bepergian, maka rapid test berbayar. Namun, kalau itu disarankan oleh petugas kesehatan lantaran ada indikasi kontak dengan kasus positif atau gejala mengarah ke Covid-19, maka itu gratis. Tapi sepanjang persediaan masih ada.

“Silakan menghubungi petugas kesehatan. Nanti mereka yang menyarankan di-rapid tes atau swab,” pungkasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here