Home Ekonomi Kredit Macet Tinggi, Pemkot Minta BPR Palembang Selektif Salurkan Kredit

Kredit Macet Tinggi, Pemkot Minta BPR Palembang Selektif Salurkan Kredit

0
Asisten III Setda Kota Palembang, Agus Kelana bersama Direktur Utama BPR Kota Palembang Syafril (kanan) memberikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT BPR Palembang tahun buku 2019 di Hotel Harper, Senin (29/6).

PALEMBANG, PE – Pemerintah Kota Palembang meminta Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Palembang lebih selektif dalam menyalurkan kredit. Terlebih, angka kredit macet (Non Performing Loan/NPL), yang masih 18 persen.

“Laporan keuangan BPR Palembang diterima dengan catatan. Perlu ada perbaikan ke depan. Soalnya, kredit macetnya tinggi,” kata Asisten III Setda Kota Palembang, Agus Kelana usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT BPR Palembang tahun buku 2019, Senin (29/6).

Dikatakannya, Pemkot Palembang selaku pemegang saham mayoritas berharap kinerja bank perkreditan rakyat tersebut sehat. Sebab kredit macet telah menyebabkan cash flow terganggu.

“Kami terima kinerja yang tahun 2019 kurang sehat, dengan catatan diperbaiki kinerjanya supaya bisa sehat, tidak ada yang macet lagi,” katanya.

Agus menambahkan, Pemkot Palembang selaku pemegang saham mayoritas, meminta Direksi BPR Kota Palembang untuk menekan angka NPL yang masih tinggi.

Dia melanjutkan di tengah kualitas kredit yang belum memuaskan, Pemkot tetap mengandalkan bank tersebut sebagai agen penyalur pembiayaan untuk pelaku UMKM.

Apalagi, Pemkot juga tengah memberikan stimulus bagi pelaku UMKM yang terdampak Covid-19, dengan pembiayaan tanpa agunan dan bunga yang disalurkan oleh BPR tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama BPR Kota Palembang, Syafril mengatakan, pihaknya menargetkan NPL dapat turun di bawah 10 persen pada tahun ini.

“Memang tinggi, kami berupaya untuk mengendalikan kredit yang ada sekarang jangan sampai jadi masalah. Untuk yang NPL-nya sudah tinggi, kita carikan solusinya,” katanya.

Direktur BPR Kota Palembang, Slamet, menambahkan, kredit macet didorong oleh salah satu debitur yang nilai kreditnya mencapai Rp3,3 Milyar.

Debitur yang merupakan pelaku usaha di bidang manufaktur tersebut, kata Slamet, telah bermasalah sejak satu tahun terakhir.

“Penanganannya kalau memang tidak bisa bayar, maka kami akan lelang jaminan debitur tersebut yang berupa rumah dan tanah,” katanya.

Dia menambahkan pada kinerja bisnis tahun 2019, BPR Kota Palembang masih mencatat pertumbuhan. Capaian penyaluran kredit senilai Rp57 Milyar atau tumbuh 14 persen dibanding tahun 2018 yang senilai Rp50 Milyar.

Dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp23 Milyar, atau tumbuh sekitar 21 persen dibanding tahun sebelumnya senilai Rp19 Milyar.

Sementara untuk total modal BPR Kota Palembang saat ini tercatat senilai Rp34 Milyar, yang bersumber dari Pemkot Palembang sebanyak Rp22 Milyar dan sisanya sebesar Rp12 Milyar berasal dari BUMD milik Pemkot Palembang, yakni PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J). CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here