Home Palembang Milad ke-49, MABMI Sumsel Siap Lestarikan Budaya Melayu di Palembang

Milad ke-49, MABMI Sumsel Siap Lestarikan Budaya Melayu di Palembang

0
Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Dato DR H Kms Muhdi Abubakar, SE, MM.

PALEMBANG, PE- Tepat 15 Juni lalu, Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) merayakan milad (ulang tahun) ke-49. Wadah organisasi pemersatu rumpun Melayu ini, kedepan segera melanjutkan kegiatannya pasca Covid-19, terutama di Kota Palembang.

Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Dato DR H Kms Muhdi Abubakar, SE, MM, menjelaskan, kiprah MABMI Sumsel setelah Covid-19 yaitu melanjutkan kegiatan Ngobeng, sanggar tari dan lain-lain yang selama ini sudah berjalan setiap minggu, namun sempat terhenti lantaran Covid-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) .

Rencananya, pihaknya dalam malam minggu ini akan menggelar kegiatan yaitu ratib adat.

“Kita berdoa bersama semoga Covid-19 ini segera berakhir, sambil kegiatan lain seperti ngobeng kita mulai. Rencana juga syarofal anam, kegiatan tari-tari Melayu, dan budaya Melayu kita mulai aktifkan lagi,” katanya ketika ditemui di kantor Sekretariat MABMI Sumsel di Jalan Veteran, Palembang, Kamis (18/6).
Selain itu, pihaknya secepat mungkin akan melantik kepengurusan DPC MABMI Kota Palembang, dilanjutkan pelantikan DPC MABMI Kota Prabumulih dan menyusul DPC lain.

“Kepengurusan MABMI seluruh Sumsel sudah terbentuk, karena terpotong Covid ini tidak bisa melantik, mana mereka siap kita lantik ,” katanya.

Memaknai hari ulang tahun ke – 49, menurutnya, MABMI harus lebih melestarikan budaya dan membuat budaya menjadi lestari.

Selama ini banyak budaya ditinggal oleh generasi milenial, sehingga pihaknya akan melestarikan lagi budaya ini melalui sosialisasi, seperti Ngobeng dan kegiatan Tari Melayu.

Selain itu rencana kedepan MABMI Sumsel akan menggelar diskusi yang bertajuk Ngobeng, dengan menghadirkan para tokoh budaya dan seni yang ada di Kota Palembang dan berkerjasama dengan pihak lain.

Hal ini, menurutnya berawal dari prihatin terhadap kalangan milenial banyak meninggalkan budaya Melayu. Sehingga wajar, jika budaya Melayu ini harus dibangkitkan.

“Insya Allah kita solid, karena kita merangkul semua unsur kesukuan di MABMI. Budaya Melayu ini bukan punya kita, budaya Melayu ini luas, “ katanya.
Kedepan, pria yang berprofesi sebagai pengusaha Palembang ini memastikan akan ada komunitas sendiri guna mengangkat budaya Melayu di Palembang .

“Selamat Milad ke-49 MABMI, semoga organisasi ini bisa menyatukan seluruh etnis yang ada, tidak hanya Melayu. Sesuai dengan mottonya, Takkan Melayu Hilang di Bumi, semoga akan menjadi lebih besar lagi ke depannya,” tukasnya. RIL

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here