Home Sumsel Musi Banyuasin Puluhan Rumah Alami Kerusakan, Diduga Dampak Pengeboran PEP Asset 2

Puluhan Rumah Alami Kerusakan, Diduga Dampak Pengeboran PEP Asset 2

0
Tim terpadu dipimpin Asisten I Pemkab Muba meninjau ke rumah warga, yang terdampak diduga akibat aktifitas pengeboran dilakukan oleh PEP Asset 2 Pendopo Field

SEKAYU, PE- Sebanyak 20 rumah warga Dusun 4 Desa Jirak, Kecamatan Jirak Jaya, Musi Banyuasin Sumatera Selatan mengalami keretakan di beberapa bagian rumah. Hal tersebut diduga dampak dari pengeboran, yang dilakukan pihak Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field di lokasi IW 05.

“Ya, benar ada sekitar 20 rumah warga yang mengalami kerusakan, baik itu ringan maupun berat, ” kata Kepala Desa Jirak, Iskandar Kamula dihubungi melalui ponselnya, Jumat (26/6).

Dia menjelaskan, kerusakan itu karena adanya aktifitas terkait pengeboran yang diduga dilakukan oleh pihak Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field yang berlokasi di Dusun 4 Desa Jirak. Dimana dari hasil terjun di lapangan faktor ada dua yakni akibat getaran alat berat yang ditimbulkan oleh aktifitas dilokas, dan kondisi tanah mengalami pergeseran akibat pengerukan ditambah dengan curah hujan tinggi.

“Memang akibat hujan tanah itu bergeser. Namun sudah dilakukan antisipasi oleh pihak perusahan dengan melakukan pengedaman,” jelasnya.

Lanjut dia, pihak Pertamina sendiri sudah mendata rumah warga yang mengalami keretakan yang sebagian besar di dinding rumah dan teras, bahkan ada 2 rumah yang retak berat hingga sampai ke bagian dapur.

“Mereka sudah negosiasi dengan warga terdampak, namun belum menemukan kesepakatan harga sehingga pihak Pertamina mengajukan surat kepada Bupati, ” ucapnya

Disinggung aktifitas dimulai, Iskandar menuturkan, pembuatan lokasi itu dilakukan pada Maret, dimana sebelumnya dilakukan sosialisasi kepada warga terlebih dahulu. “Nah, untuk mulai pengeborannya dilakukan pada awal Mei dan selesainya itu akhir Mei, ” ujarnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Perkim Muba, Risma Ghatmir melalui Kabid Perumahan H Fatahisalam ST MT menambahkan, bahwa memang pihaknya tergabung dalam tim yang dibentuk Sekda dari Bagian Setda serta OPD terkait, Dinas Perkim sendiri itu masalah teknis. Lalu tim yang dipimpin Kasi Tata Ruang telah ke lokasi, untuk melakukan pendataan serta penghitungan untuk kompensasi.

“Kalau tidak salah ada 3 atau 4 orang yang ke lapangan, ditambah tim ahli. Sedangkan hasilnya Senin mendatang mungkin baru keluar, itu pun akan disampaikan pada rapat bersama, “tandasnya. MUH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here