Home Palembang STIHPADA Beri Keringanan Mahasiswa Terdampak Corona

STIHPADA Beri Keringanan Mahasiswa Terdampak Corona

0
Ketua Dewan Pembina STIHPADA Dr Firman Freaddy Busroh, SH, MHum. Foto: Ist.

PALEMBANG, PE – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA) memberikan keringanan biaya pendidikan kepada mahasiswanya yang terdampak Corona. Keringanan berupa mahasiswa bisa mencicil biaya pendidikan sebanyak tiga kali, pemberian bea siswa, hingga pembebasan biaya bagi mahasiswa yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19.

Demikian dikatakan Ketua Dewan Pembina STIHPADA Dr Firman Freaddy Busroh, SH, MHum ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/6).

“Selain biaya pendidikan bisa dicicil sampai tiga kali, kita juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa, baik itu Bidik Misi, PPA BBM, maupun beasiswa yayasan,” ujarnya.

Untuk beasiswa yayasan, ia melanjutkan, ada kriteria yang harus dipenuhi mahasiswa penerima. Yakni, mahasiswa tersebut memiliki prestasi dan berasal dari keluarga tidak mampu.

“Dalam pemberian keringanan ini, kita harus melihat bahwa bantuan itu betul-betul berguna. Jangan sampai nanti tidak tepat sasaran. Orang yang harusnya dapat bantuan malah tidak dapat,” ucap Duta Baca Sumatera Selatan ini.

Lebih lanjut ia mengatakan, terkait pemberian keringanan bantuan kepada mahasiswa, ada surat edaran Gubernur Sumatera Selatan pada 5 Juni silam. Isinya, Gubernur akan memberi bantuan kepada mahasiswa yang terdampak pandemi Covid-19.

Kriteria penerima, dikatakan dia, mahasiswa merupakan warga Sumatera Selatan, yang dibuktikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Lalu mahasiswa mengajukan permohonan secara tertulis kepada rector atau pimpinan PTN/PTS, tidak sedang menerima beasiswa atau bantuan pemerintah, LSM, lembaga lain dan bantuan jarring pengaman social, orangtua/wali mahasiswa bukan pengusaha/ASN/TNI/Polri, karyawan BUMN/BUMD atau lembaga Negara lainnya, kecuali karyawan BUMD yang dirumahkan.

Dan, orangtua/wali yang terdampak Covid-19, seperti PHK/dirumahkan/kehilangan penghasilan/meninggal dunia/sakit keras pada saat masa Covid-19.

“Surat tersebut sudah ditindaklanjuti oleh LLDIKTI. Saat ini kami sedang menyusun nama-nama calon yang akan menerima bantuan tersebut. Mahasiswa itu harus mengajukan permohonan tertulis ke lembaga. Setelah data terkumpul, baru kami ajukan ke Pemprov Sumsel melalui LLDIKTI,” tutur putra dari mendiang pakar hukum Sumsel, Prof. Dr. Abu Daud Busroh.

Sejauh ini, kata dia, baru terdata dua mahasiswa yang mengajukan permohonan bantuan keringanan biaya pendidikan. Nanti diteliti kelengkapan berkasnya.

“Ada kriteria-kriteria yang kita tetapkan, agar bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran. Sehingga mahasiswa sangat terbantu di tengah wabah Corona ini,” ucapnya.

Dirinya juga mempertimbangkan untuk memberikan potongan biaya perkuliahan kepada mahasiswa terdampak Corona. Malah, kalau memang tidak punya kemampuan membayar, tidak tertutup kemungkinan mahasiswa tersebut dibebaskan biaya perkuliahan.

“Tapi kita lihat lagi. Nanti ada tim yang dibentuk untuk menilai. Pastinya kita akan berikan diskon 50 persen atau malah bebas biaya. Tapi dia harus terdaftar sebagai mahasiswa STIHPADA dan betul-betul merasakan dampak Covid-19. Misalkan kalau orangtuanya meninggal karena Covid-19, kita akan bebaskan biaya,” terangnya.

Diketahui, biaya pendidikan di STIHPADA sebesar Rp2,5 juta hingga Rp3 juta persemester. Itupun bisa diangsur tiga kali. Terbagi beberapa kelas, Reguler 1, Reguler 2, dan Reguler 3.

“Biaya perkuliahan kita bahkan di bawah PTN. Kita tidak ada uang bangunan dan sumbangan. Hanya BPP (Biaya Pembinaan Pendidikan) saja,” pungkasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here