Home Headline News 1413 Penderita Covid-19 di Sumsel Sembuh

1413 Penderita Covid-19 di Sumsel Sembuh

0

PALEMBANG, PE – Kasus konfirmasi positif Covid-19 hari ini, Minggu 19/7) di Provinsi Sumatera Selatan ada penambahan 46 orang. Dengan rincian, Palembang 39 orang, Lahat 2 orang, Prabumulih 1 orang, Banyuasin 1 orang, OKI satu orang, dan luar Sumsel 2 orang.

Demikian dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumsel Yusri, saat konferensi pers virtual di Command Center Pemprov Sumsel, Minggu (19/7).

“Penambahan kasus sembuh sebanyak 15 orang, yang berasal dari Musi Banyuasin 1 orang, Banyuasin 1 orang, dan Muaraenim 13 orang. Sehingga total penderita Covid-19 yang sembuh di Sumsel sebanyak 1413 orang,” ujarnya.

Sedangkan kasus meninggal pada hari ini ada penambahan satu orang, yang berasal dari OKU. Sehingga total yang meninggal akibat Corona di Sumsel sebanyak 139 orang.

Berdasarkan data tersebut, total kasus positif Covid-19 di Sumsel sampai hari ini 3012 orang, kasus selesai 1552 orang, dan kasus aktif (masih dalam proses penyembuhan) 1460 orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 9709 orang, selesai pemantauan 8353 orang, masih dalam proses pemantauan 1356 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) keseluruhan hingga hari ini berjumlah 1353 orang, selesai pengawasan 835 orang, masih dalam proses pengawasan 518 orang.

Lebih lanjut ia mengatakan, penambahan kasus positif Covid-19 di Sumsel naik turun setiap harinya. Masih terjadinya penularan menandakan masyarakat belum disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, yakni memakai masker apabila keluar rumah, jaga jarak, dan sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

“Apabila kita lengah menerapkan protokol kesehatan, penyakit ini akan terus berkembang, bahkan tidak pernah berakhir. Maka, terapkan protokol kesehatan secara bersama-sama dalam waktu bersamaan,” tukasnya.

Terkait karyawan yang kerja di rumah (work from home) apabila di kantornya ada yang positif Corona, menurut dia, itu tidak perlu dilakukan.

“Apabila ada yang positif Covid-19 di kantor, lakukan penelusuran kontak. Yang boleh libur hanya orang yang kontak erat,” ucapnya.

Kontak erat yang dimaksud, ia menjelaskan, yakni pernah berbicara kurang satu meter tanpa menggunakan masker dengan kasus positif. Lalu pernah bepergian dalam satu kendaraan dengan kasus positif, dan berada dalam satu ruangan kerja di waktu yang lama.

“Kontak erat itu ada waktunya. Orang tersebut bergejala (demam), yang dihitung dua hari sebelum timbul gejala hingga 14 hari dari pemeriksaan laboratorium yang menyatakan dirinya sakit. Dalam rentang waktu tersebut ia dianggap ia bisa menularkan penyakit,” pungkasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here