Home Sumsel Muara Rupit Audiensi Terkait Bantuan Covid-19, Mahasiswa Mengaku Semakin Bingung

Audiensi Terkait Bantuan Covid-19, Mahasiswa Mengaku Semakin Bingung

0
Perwakilan Mahasiswa Muratara saat audiensi kedua di Kantor Disdik Muratara

MURATARA,PE- Dipanggil kembali untuk audiensi bersama Kapala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terkait bantuan mahasiswa terdampak Covid-19 yang dijanjikan oleh Pemkab Muratara, perwakilan Mahasiswa Muratara mengaku semakin bingung atas bantuan tersebut.

Pasalnya dari hasil audisi Rabu (8/7), Kepala Disdik Muratara, Drs H Sukamto M Pd kepada perwakilan mahasiswa, menyuruh mahasiswa untuk menanyakan langsung ke pihak Gugus Tugas dan meminta mahasiswa yang menerima beasiswa Bidikmisi, PPA berasal dari perusahaan atau sejenisnya,untuk mengundurkan diri.

Seperti disampaikan langsung Ayu Azmira selaku perwakilan mahasiswa Muratara kepada Palembang Ekspres, menindaklanjuti hasil audiensi pertama Rabu (1/720) yang belum ada kejelasan terkait keputusan SK Bupati untuk nama-nama mahasiswa penerima bantuan Covid-19, Rabu (8/7/20) mereka kembali dipanggil Kepala Disdik Muratara untuk audiensi kedua terkait kapan penyaluran bantuan mahasiswa tersebut disalurkan. Dalam pertemuan itu, kata dia, Kadisdik Sukamto menyatakan dia telah menemui Bupati untuk penambahan kuota anggaran supaya sesuai harapan seluruh mahasiswa yang terdaftar tersebut.

Namun saat disinggung soal kenapa tidak sesuai jadwal yang ada, baik di pamflet Gugus Tugas maupun surat edaran, menurut dia, Kadisdik malah menganjurkan agar perwakilan mahasiswa menanyakan langsung hal tersebut ke Gugus Tugas karena itu tanggung jawab mereka.

“Pada saat itu juga Pak Sukamto menegaskan kepada mahasiswa yang merasa mendapatkan bantuan beasiswa, baik dari Bidikmis, PPA yang berasal dari perusahaan atau lainnya, agar mengundurkan diri dari penerima bantuan tersebut. Apabila masih ada yang ketahuan mendapatkan beasiswa itu, akan ditindaklanjuti supaya dikembalikan ke kas negara,” sebutnya, Kamis (9/7).

Dijelaskan Ayu, bersamaan saat audisi, Vero Candra, mahasiswa penerima Bidikmisi dari Universitas Teuku Umar Aceh mengatakan, bahwa mahasiswa Muratara rata-rata kuliah diluar daerah seperti Bandung, Aceh, Medan, Padang maupun daerah lainnya, hampir 70 persen adalah penerima beasiswa baik Bidikmisi mupun PPA.

“Apabila dengan kebijakan itu yang mendapat bantuan hanya sebagian mahasiswa saja, jelas ada kejangalan dan menimbulkan kecemburuan sosial sesama mahasiswa. Tidak menutup kemungkinan juga mahasiswa akan mengkritisi lebih keras terhadap kebijakan itu, karena kami disini memperjuangkan hak-hak kami sesama mahasiswa yang terdampak Covid- 19,” ulasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Hikmi Wahyudi, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang. Dia berharap Disdik Muratara untuk tegas menjelaskan kapan tanggal penyaluran bantuan itu kepada mahasiswa. Apabila dalam minggu ini tidak ada kejelasan, ujarnya, maka seluruh mahasiswa Muratara akan menggelar aksi besar-besaran.

“Karena kami mahasiswa sebagai agent of control merasa sudah dipermainkan oleh pihak Dinas Pendidikan dan Gugus Tugas Muratara terkait bantuan mahasiswa itu,” tukasnya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here