Home Sumsel Banyuasin Banyuasin Zona Merah, Kok Malah Banjir Kunjungan Anggota Dewan dari Luar

Banyuasin Zona Merah, Kok Malah Banjir Kunjungan Anggota Dewan dari Luar

0

BANYUASIN. PE – Sejak diberlakukan New Normal Sekretariat DPRD Banyuasin banjir kunjungan para anggota DPRD dari luar daerah. Dalam bulan ini terdapat 6 Kabupaten/Kota yang melakukan studi banding, kendati status Banyuasin zona merah dan jumlah kasus Covid -19 terus meningkat yang mencapai 210 orang positif.

Hari ini, Kamis (16/7) ada dua Kabupaten yang berkunjung ke Kabupaten Banyuasin yakni Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi dan Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Kedatangan wakil rakyat ini untuk studi banding, seperti Kabupaten Tanjung Jabung Barat menanyakan masalah Tenaga Kerja Asing. Dan Kabupaten Pringsewu soal Tata Cara e-Voting Pilkades serta tata cara panarikan retribusi pasar situasi dilanda wabah Covid-19.

Kabag Hukum dan Perundang-undangan DPRD Banyuasin Dapod Siregar mengatakan pihaknya memberikan penjelasan detail tentang pengunaan tenaga kerja asing di daerah berkiblat pada RPTKA yang dikeluarkan Menakertran.

Selanjutnya Kab/Kota yang didatangi TKA akan mengeluarkan Izin mempekrjekan tenaga asing (Imta). Sedangkan bagi daerah yang sudah ada payung hukung untuk menarik retribusi TKA sebesar 100 US dolar perbulan/ perorang.

“Di Banyuasin sudah ada perdanya tapi proses verifikasi di Kantor Gubernur sebagai perwakilan pemerintan pusat di daerah,” terangnya.

Dari Kabupaten Pring Sewu Lampung Pilkades diterangkan Dapod bahwa Kab banyuasin telah melaksana Pilkades secara e-Voting. “Banyuasin juga dalam pelaksanaan Pilkades nol persen error,”jelasnya.

Hanya pelaksanaan Pilkades ditengah covid 19 mewabah seluruh indonesia termasuk di Banyuasin juga menunda sampai waktu yang tidak ditentukan hingga wabah covid benar-benar tidak ada.

“Kami ingin tahu seperti apa Kebijkan Pemkab Banyuasin terkait pelaksanaan Pilkades dalam menyikapi surat edaran dari Pemerintah Pusat untuk menunda sementara,” ujar Suherman Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu, dijumpai wartawan.

Selain juga, pihaknya juga mempelajari pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Banyuasin yang sudah mengunakan e-Voting. “Sedangkan didaerah kami Pilkades masih cara lama, maka itu di daerah kami nanti akan mengadopsi teknis Pilkades e-Voting tersebut,” katanya.

Selain itu dikatakan Ketua Komisi Kabupaten Tanjung Jabung Barat H Suhatmeri bahwa pihaknya soal pengawasan tenaga kerja asing yang sudah banyak masuk di daerahnya. “Dengan pengawasan TKA di Banyuasin ini juga mencoba akan kita terapkan di daerah kami,” tukasnya. BUD

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here