Home Headline News Berprestasi Tangani Covid-19 Muba Diganjar Insentif Rp11 M

Berprestasi Tangani Covid-19 Muba Diganjar Insentif Rp11 M

0
Sekretaris Daerah Musi Banyuasin Drs H Apriadi, MSi memberikan keterangan kepada awak media di Griya Agung, Selasa (21/7).

PALEMBANG.PE- Prestasi Kabupaten Musi Banyuasin dalam menangani pandemi Virus Corona mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementrian Keuangan. Dana Insentif Daerah (DID) tambahan senilai Rp11 Milyar digelontorkan, untuk kabupaten yang dipimpin oleh Dodi Reza Alex Noerdin itu.

Sekretaris Daerah Musi Banyuasin Drs H Apriadi, MSi mengatakan, pihaknya baru saja menerima Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait Kabupaten Musi Banyuasin dapat DID senilai Rp11 Milyar.

“Baru kemarin dikirim PMK-nya. Insentif itu dari hasil penanganan Covid-19. Dari sisi kinerja,” ujarnya ditemui seusai mengikuti rapat pengarahan Gubernur Sumsel kepada 17 kepala daerah se-Sumsel di Griya Agung, Selasa (21/7).

Dikatakan dia, ada dua kriteria untuk suatu daerah mendapatkan DID. Yakni dari sisi juara lomba inovasi dan kinerja penanganan Covid-19. Muba masuk kriteria kedua. Kabupaten ini menjadi salah satu dari lima daerah di Sumsel, yang mendapatkan DID dari pemerintah pusat.

“Alhamdulillah. Artinya apa yang kami lakukan selama ini dinilai oleh Pemerintah Pusat dan diganjar dengan DID tambahan,” ucapnya.

Dikatakannya, dari sisi refocusing dan penyesuaian anggaran, pihaknya sudah mengikuti apa yang diamanahkan pemerintah pusat. Kemudian dalam penyaluran APBD kepada masyarakat penerima dilaksanakan secara transparan.

“Dana BLT yang senilai Rp54 Milyar, kami salurkan kepada masyarakat by name, by address, by NIK. Ini khusus untuk APBD. Di luar dari dana desa dan lain sebagainya,” tukasnya.

Dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat, menurutnya, Pemkab Muba menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Penyaluran secara nontunai. Masyarakat dibuatkan rekening oleh BRI, lalu dibayarkan langsung selama tiga bulan,” terangnya.

Terkait penanganan pasien Covid-19, ia menjelaskan, Pemkab Muba mendirikan rumah sakit darurat Covid-19. Muba memang tidak masuk wilayah yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan, tapi mengingat pentingnya keselamatan jiwa penderita Covid-19, maka Pemkab Muba membangun rumah sakit darurat.

“Kita bangun tiga rumah sakit darurat. Yakni di Sekayu, Sungai Lilin, dan Bayung Lencir,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, RSUD Sekayu juga digunakan untuk merawat pasien Covid-19. Dalam hal ini telah dibangun dua ruangan khusus untuk pasien Corona.

Lebih lanjut dikatakan dia, Muba kini telah memiliki laboratorium PCR sendiri dan antigen. Ada dua tempat untuk melakukan uji sampel PCR, yakni di RSUD Sekayu dengan PCR dan RS Bayung Lincir dengan menggunakan antigen.

“Laboratorium PCR kita bisa memeriksa hingga seratus sampel sehari. Pelacakan memang dilakukan sedini mungkin. Manakala ada daerah yang warganya terkonfirmasi positif Covid-19, kami segera melakukan penelusuran kontak,” ujarnya.

Rata-rata pasien Covid-19 di Muba, ia mengatakan, mendapatkan penularan penyakit dari luar alias impor, tepatnya dari karyawan-karyawan perusahaan. Misalnya Pertamina, PT Hindoli, dan perusahaan batubara. Termasuk sopir-sopir kendaraan, yang melewati jalur lintas Sumatera.

“Makanya, pos-pos pemeriksaan di daerah perbatasan dengan Provinsi Jambi dan Lubuklinggau tetap dioperasikan, kendati saat ini tengah menyongsong New Normal,” ucapnya mengakhiri. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here