Home Palembang Berqurban Saat Pandemi, Superqurban Saja

Berqurban Saat Pandemi, Superqurban Saja

0
Sulaiman, Branch Manager Rumah Zakat Area Sumatera Selatan menunjukan Produk Superqurban sebagai solusi dari ketahanan pangan Indonesia.

PALEMBANG.PE- Hari Idul Adha, biasanya banyak masyarakat yang berlomba untuk ikut merayakannya dengan berbagi hewan kurban baik berupa sapi maupun kambing. Namun di masa pademi Covid-19 ini, sebagian besar masjid tidak menggelar pemotongan hewan kurban.

Branch Manager Rumah Zakat Perwakilan Area Sumatera Selatan, Sulaiman mengungkapkan, Rumah Zakat telah memberikan solusi bagi para donatur maupun masyarakat yang masih tetap ingin berbagi hewan kurban ke masyarakat disaat Pandemi Conrona Virus Desease 19 (Covid 19) melalui Superqurban.

“Di masa peralihan New Normal ini, protap kesehatan Covid-19 harus tetap berlaku. Malah ada anjuran dari Kementan, Kemenag dan MUI, untuk membatasi penyembelihan hewan qurban. Namun bukan berarti kita tidak bisa qurban. Superqurban bisa jadi salah satu solusi, hewan qurban sesuai syariah, penyembelihan hewan di rumah potong hewan, penjagalnya memakai APD, daging qurban diolah, sehingga bisa tahan lama dan penyaluran lebih luas,” terangnya.

Ia menambahkan di Sumatera Selatan sendiri, Rumah Zakat mentargetkan sebanyak 71 ekor Kambing dan 22 ekor Sapi untuk tahun 1441 Hijriyah ini. Selama satu tahun terakhir, Rumah Zakat secara Nasional telah menyalurkan 306.779 kaleng Superqurban untuk bencana, rawan gizi dan konflik kemanusiaan.

“Di Sumatera Selatan sendiri sudah menyalurkan ratusan Superqurban di daerah bencana banjir, kebakaran rumah dan Desa Berdaya hingga bulan Mei 2020, termasuk masyarakat terdampak covid 19. Dengan inovasi Superqurban, pembagian daging qurban tidak akan menimbulkan kerumunan di masyarakat, karena Superqurban didistribusikan langsung oleh para Relawan Rumah Zakat,” pungkas Sulaiman.

Diketahui, Superqurban merupakan program optimalisasi kurban dengan mengolah dan mengemas daging kurban menjadi cadangan pangan dari protein hewani dalam bentuk kornet ataupun rendang yang tahan hingga tiga tahun. Proses pengolahan daging kurban menjadi rendang dan kornet, juga mengikuti standar kesehatan Covid-19.

Sementara itu CEO Rumah Zakat, Nur Efendi menambahkan, Rumah Zakat memberikan solusi dalam ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat yang membutuhkan di masa pandemi melalui program Superqurban.

“Dengan Superqurban jutaan ton daging kurban yang habis tiga hari, dapat dioptimalkan menjadi cadangan makanan sebagai ikhtiar terwujudnya ketahanan pangan Indonesia. Selain memperhatikan aspek syariah, di masa pandemi ini pengelolaan kurban kita lakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang mengacu pada SE. Direktorat Jenderal peternakan dan kesehatan hewan Kementrian Pertanian tentang pelaksanaan kegiatan kurban dalam situasi wabah Covid-19,” ujar Nur Efendi.

Menurut Effendi, untuk pengelolaan hewan kurban hingga penyembelihan dilakukan di peternakan yang profesional dengan penerapan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu badan untuk petugas pemotongan, penerapan physical distancing, penggunaan APD (masker, sarung tangan dan baju khusus), penerapan cuci tangan, hingga penyemprotan disinfektan.

“Superqurban menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 terutama mereka yang pendapatannya berkurang selama pandemi. Superqurban akan terus didistribusikan sepanjang tahun, untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di masa-masa sulit,” kata Efendi. RIL

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here