Home Headline News Bertambah 36 Kasus Corona di Sumsel

Bertambah 36 Kasus Corona di Sumsel

0

PALEMBANG, PE – Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan pada Sabtu (11/7) bertambah 36 orang. Sedangkan yang sembuh 8 orang dan meninggal akibat penyakit ini tiga orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumsel Yusri, saat konferensi pers virtual di Command Center Pemprov Sumsel merinci distribusi tambahan kasus positif Covid-19 hari ini.

“Kasus positif Covid-19 hari ini di Sumsel ada penambahan 36 orang. Dengan rincian, Palembang 25 orang, Musi Banyuasin 1 orang, Muaraenim 1 orang, Banyuasin 5 orang, Lubuklinggau 2 orang, PALI 1 orang, dan luar Sumsel 1 orang,” tuturnya.

Kasus sembuh pada hari ini sebanyak 8 orang. Rinciannya, Palembang 6 orang, Banyuasin 1 orang, Muaraenim 1 orang. Sehingga total sembuh di Sumsel 1249 orang.

Adapun kasus meninggal bertambah 3 orang. Mereka berasal dari Palembang 1 orang, OKU Timur 1 orang, dan Musi Rawas Utara 1 orang. Sehingga jumlah yang meninggal menjadi 123 orang.

Dari data tersebut, jumlah kasus positif Covid-19 di Sumsel hingga hari ini sebanyak 2604 orang, kasus selesai 1372 orang, dan kasus aktif (masih dalam proses penyembuhan) 1232 orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 9167 orang, selesai dilakukan pemantauan 7546 orang, masih dalam proses pemantauan 1621 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1181 orang, selesai pengawasan 738 orang, masih dalam proses pengawasan 443 orang.

Lebih lanjut ia mengatakan, isolasi mandiri untuk mereka terindikasi Covid-19 tapi tidak bergejala, bisa dilakukan di rumah atau di tempat khusus yang disediakan pemerintah. Isolasi di rumah sakit hanya untuk pasien bergejala, yang membutuhkan perawatan.

“Kami menganjurkan sebaiknya diisolasi di tempat khusus yang disediakan pemerintah. Mengingat sarana di rumah tidak memadai untuk dilakukan isolasi,” tukasnya.

Ia mencontohkan kamar mandi yang dipakai bersama, tidak bisa digunakan untuk pasien terindikasi Covid-19. Mereka harus hidup terpisah dari keluarga.

“Kalau di rumah itu ada kamar tersendiri lengkap dengan kamar mandi di dalamnya, bisa jadi tempat isolasi mandiri,” ucapnya.

Lain halnya, kata dia, apabila seluruh anggota keluarga di rumah tersebut sudah terinfeksi Covid-19. Mereka bisa melakukan isolasi bersama. Tidak perlu lagi pemisahan. Tinggal diatur bagaimana penyediaan makanan.

“Makanan diantar oleh keluarga yang sehat. Bukan orang yang diisolasi itu keluar rumah. Justru jadi sumber penularan bagi orang lain,” tuturnya.

Terpenting, kata dia, mereka yang melakukan isolasi mandiri di rumah harus disiplin dalam menjalankannya. Sehingga tidak sampai menularkan kepada lingkungan sekitar.

Disinggung edaran Kementerian Kesehatan untuk seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya, agar membanderol tarif layanan rapid test maksimal Rp150 ribu, menurut dia, hal itu harus segera dilaksanakan.

“Dalam pelaksanaannya apabila ada keluhan atau masalah, bisa disampaikan ke Kemenkes, sebagai bahan masukan,” ujarnya mengakhiri. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here