Home Sumsel Banyuasin Era Bupati Askolani, Infrastruktur Bagus Terkoneksi ke Seluruh Wilayah 

Era Bupati Askolani, Infrastruktur Bagus Terkoneksi ke Seluruh Wilayah 

0
Gerbang menuju Kawasan Perkantoran Terpadu Banyuasin, Pangkalan Balai.

BANYUASIN, PE Untuk menggerakan perekonomian masyarakat diwilayah Bumi Sedulang Setudung, di era kepemimpinan Bupati Banyuasin H Askolani dan Wakil Bupati, Slamet program pembangunan infrastruktur bagus sudah dibuktikan.

Sehingga menjadi kebanggaan masyarakat adalah pembangunan infrastruktur tujuh jalan poros disejumlah kecamatan yang saat ini pengerjaan proyek masih berlangsung.

Cita-cita itu tidak sampai di situ saja, Pemkab Banyuasin berupaya sekuat tenaga membangun akses secara merata dengan infrastruktur terkoneksi ke seluruh wilayah dalam Kabupaten Banyuasin.

Kadis PU Tata Ruang Banyuasin, Ir H Ardi Arfani

Kadis PU Tata Ruang Banyuasin, Ir H Ardi Arfani mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan sangat penting bagi kehidupan masyarakat, karena jalan merupakan prasarana utama transportasi di darat.

Dijelaskan Ardi, infrastruktur bagus menjadi dambaan masyarakat Banyuasin, karena jalan bagus menjadi pendukung utama kegiatan masyarakat baik itu yang sifatnya ekonomi maupun non ekonomi,” kata Ardi.

Sebab infrastruktur bagus salah satu program Pemkab Banyuasin untuk menjadikan Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera. “Bupati H Askolani bersama Wabup H Slamet telah memprogramkan infrastruktur bagus yang kini sudah dirasakan masyarakat banyak,” tutur Ardi yang mengakui masih ada beberapa jalan poros desa dan kecamatan yang masih rusak ketika musim hujan.

Selain infrastruktur bagus, jelas Ardi, kini Pemerintah Banyuasin akan menargetkan infrastruktur terkoneksi seluruh wilayah. “Bagi akses jalan yang belum tersentuh diharap masyarakat bersabar, karena terkait jalan menjadi skala prioritas pendukung perekonomian pembangunan di Banyuasin.

Ketika ditanya berapa total panjang jalan di Banyuasin, Ardi menyebutkan sepanjang 1.198,6 kilometer (km). Dan jalan sepanjang itu, Tahun 2019 jaman kepemimpinan H Askolani dan H Slamet sudah dibangun sepanjang  661,03 km atau 55,15 persen.

“Untuk target pembangunan di tahun 2020 ini berdasarkan IKU Dinas PUTR sepanjang 935,26 km atau 78,03 persen. Triwulan 1 ini pembangunan baru mencapai 676,25 km atau 56,42 persen yang selesai dikerjakan,” ucap Ardi yang minta bantu seluruh lapisan masyarakat bersama – sama mengawasi dan menjaga Banyuasin ini.

Dia menyebutkan, terkait jalan yang masih rusak sekitar 261,34 km kita targetkan dan Insyaallah selesai tahun depan. Dijelaskannya, dengan adanya pembangunan jalan. Maka kegiatan ekonomi masyarakat menjadi lebih lancar. Tentunya kelancaran kegiatan ekonomi ini akan berpengaruh secara signifikan pada pendapatan, karena berdampak infrastruktur.

Dia menambahkan, ketujuh jalan poros yang dibangun yakni, Jalan poros Desa Lubuk Karet, Taja Raya II dan Taja Mulya Betung sepanjang 12 km realisasi 11,078 km. Jalan poros Muara Padang sepanjang 21 km realisasi 19,805 km, Jalan poros Banyuasin I – Air Saleh Prambahan Jalur 10 sepanjang 10,910 km terealisasi 10,697 km.

Kemudian, Jalan Lubuk Lancang Suak Tapeh menuju Pulau Rimau sepanjang 18,110 km realisasi 17,380 km, pengecoran jalan poros Sungai Dua – Prajen Rambutan sepanjang 350 km realisasi 3,320 km, pengecoran jalan poros Sukamulya – Karang Petai Banyuasin III sepanjang 10,742 km realisasi 11,078 km, dan pengecoran jalan poros Tanah Mas Talang Kelapa sepanjang 3,365 km realisasi 2,788 km.

“Tujuh jalan poros ini sudah dikerjakan dan kini sudah bisa dirasakan oleh masyarakat banyak,” tandasnya. BUD

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here