Home Sumsel Banyuasin Hakikat Kurban, Membinasakan Sifat Kebinatangan pada Diri Kita

Hakikat Kurban, Membinasakan Sifat Kebinatangan pada Diri Kita

0
Persiapan pemotongan hewan kurban di Masjid Al-Amir Pemkab Banyuasin.

BANYUASIN, PE – Bupati Banyuasin H Askolani didampingi Istri Sri Frianti melaksanakan Salat Ied di Masjid Al-Amir Pemkab Banyuasin.

Diikuti juga Wakil Bupati Banyuasin H Slamet, Sekda Senen Har, Sekwan Sopian Permana, Kepala OPD dan Kabag Kesra Dr Salni Fajar.

Kali ini pelaksanaan Salat Ied menerapkan protokol kesehatan. Jamaah memakai masker, bawa sajadah sendiri, dan jaga jarak.

Bupati Banyuasin H Askolani menyampaikan makna merayakan Idul Adha bukan harus hura-hura atau berpesta di tengah gempuran wabah covid-19 yang belum mereda.

Hakikat Idul Adha juga bukan hanya wujud spritual menyembelih hewan kurban semata. Namun wujud menyembelih sifat-sifat kebinatangan yang melekat pada diri kita.

“Ketika hewan kurban disembelih, pada saat itu pula seharusnya sifat-sifat kebinatangan juga disembelih. Sehingga lenyaplah nafsu-nafsu kebinatangan kita,” ujar Bupati.

Adapun strategi Pemkab Banyuasin di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ke depan, dijelaskan dia, pada pembahasan APBD Perubahan ini akan fokus terhadap pemulihan ekonomi masyarakat.

“Sesuai dengan program Presiden Jokowi fokus terhadap tenaga kerja yang di PHK dan UMKM yang mandek. Dengan peminjaman modal usaha.Terpenting lagi, kami konsen menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan,” terangnya.

Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin, dirinya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1441 H.

“Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, dan senantiasa memberikan kekuatan kepada kita dalam membangun Bumi Sedulang Setudung,” tuturnya.

Usai Salat Id, Bupati didampingi Wabup dan Sekda serta Kepala OPD menyerahkan hewan kurban kepada panitia kurban di halaman Masjid Al-Amir sebanyak 7 sapi, 1 kerbau, dan 5 kambing. BUD

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here