Home Olahraga Harapkan Tim Sumatera Tak Saling ‘Bunuh’

Harapkan Tim Sumatera Tak Saling ‘Bunuh’

0
Hendri Zainuddin

PALEMBANG, PE – Kompetisi Liga 2 2020 dipastikan bakal kembali bergulir pasca pandemi Virus Corona (Covid-19). Rencananya, ‘restart’ kompetisi kasta kedua sepakbola Tanah Air berlanjut pada Oktober mendatang.

Dalam lanjutan kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator, memastikan format Liga akan berubah. Dari semula dengan sistem pembagian dua grup, saat restart, Liga 2 bakal menerapkan format home tournament dan sistem setengah kompetisi.

Dengan format yang baru, persaingan dipastikan bakal lebih ketat. Masing-masing peserta pun tidak terlalu mempermasalahkan perubahan format tersebut. Hanya saja, ada satu hal yang sangat disayangkan, yaitu sistem pembagian peserta grup.

Pada babak penyisihan, PT LIB akan membagi empat grup, dengan masing-masing diisi enam klub peserta. Ada wacana, PT LIB bakal menerapkan sistem zonasi, menempatkan masing-masing klub dengan home base berdekatan berada satu grup.

Sistem ini dinilai tidak proporsional dan justru menguntungkan salah satu klub. Jika ini benar-benar diterapkan, maka masing-masing peserta asal Pulau Sumatera pun dipastikan bakal ‘saling bunuh’ di fase awal.

“Kami berharap supaya wakil Sumatera tidak harus saling bertemu dan membuat klub satu daerah saling serang di awal kompetisi. Tidak hanya Sriwijaya FC, sejumlah klub lain di Liga 2 juga berharap permintaan yang sama,” ujar Wakil Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin, Sabtu (25/7/2020).

Dalam rancangan pembagian grup, Sriwijaya FC yang bermarkas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, bakal berada di grup 1.

Di grup ini, Laskar Wong Kito bakal bersaing dengan sesama klub peserta asal Sumatera lainnya, Muba Babel United (Musi Banyuasin), PSMS Medan (Medan), Semen Padang (Padang), PSPS Riau, dan AA Tiga Naga (Riau).

Bagi Hendri, skema ini sangatlah tidak adil. Untuk itu, dia menyarankan agar pembagian grup dilakukan dengan sistem undian. Sehingga, setiap klub memiliki kesempatan berada dalam satu grup tanpa menempatkan peserta dalam satu wilayah. Kompetisi pun akan berlangsung lebih kompetitif.

“Beberapa klub Sumatera juga menginginkan hal yang sama, tidak saling bunuh di fase awal. Saya rasa tim luar pun juga begitu,” ujarnya.

Untuk itu, dia berharap pembagian grup kompetisi di awal laga lanjutan, PT LIB mesti memperhatikan zona wilayah klub masing-masing. Apakah dalam satu daerah mempunyai dua tim yang berbeda.

“Paling tidak, bila memang penentuan sistem acak, pembagian grup melalui pengundian. Kalau bisa dalam satu grup ada tim Sumatera, Jawa, Kalimantan atau Sulawesi, maupun dari Papua,” terangnya.JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here