Home Parlemen & Politik Jelang Pilkada, Perbatasan Muratara-Jambi Jadi Pembahasan

Jelang Pilkada, Perbatasan Muratara-Jambi Jadi Pembahasan

0

MURATARA,PE- Mendekati masa Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak, sejumlah permasalahan perbatasan wilayah menjadi pembahasan. Salah satunya perbatasan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dan Kabupaten Sarolangun Jambi, yang mulai menjadi perdebatan.

Pasalnya diketahui akibat permasalahan tampak batas yang hingga saat ini belum selesai, banyak warga Muratara yang bermukim di wilayah tersebut merasa kebingungan saat Pemilihan Umum (Pemilu) maupun Pilkada.

Seperti diungkapkan Hanafi, salah satu warga Sungai Manau yang saat ini masih berstatus Kabupaten Sarolangun, Jambi, kepada awak media Senin (27/7/20). Dia mengungkapkan, hasil pemekaran Kabupaten Muratara pada saat itu yang memisahkan sebagian wilayah Provinsi Jambi dan Kabupaten Musi Rawas.

Tetapi sekarang, lanjutnya, mereka masuk ke Provinsi Jambi. Namun nyatanya, masih banyak warga yang memiliki kartu identitas Muratara. “Walau kami ada di Provinsi Jambi, tapi kami masih punya hak pilih di Muratara. Untuk itu harusnya kami juga diperhatikan, jangan sampai kami yang punya hak pilih, tidak bisa ikut memilih saat Pilkada karena tidak dapat undangan,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi itu menyebabkan ribuan warga Muratara yang berdomisili di wilayah tapal batas itu, saat Pemilu harus mendatangi TPS yang cukup jauh dari permukimannya.

“Kadang kami harus pergi lumayan jauh untuk ke TPS, karena wilayah desa kami sebagian masuk Jambi dan sebagian masuk Muratara,” keluhnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Muratara, Munawir saat dikonfirmasi terkait permasalahan tapal batas tersebut mengungkapkan, tidak ada permasalahan yang spesifik khususnya di wilayah tapal batas karena warga Muratara harus dapat dicoklit (pencocokan dan penelitian, red) semua.

“Tidak ada permasalah untuk Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT), untuk wilayah perbatasan Muratara memang harus diprioritaskan. Kami belum bisa mengungkapkan lebih jauh, karena saat ini masih berlangsung proses coklit,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu petugas KPUD Muaratara, Busairi mengungkapkan, untuk membahasa masalah tapal batas, KPUD Murtara sudah melakukan koordinasi dengan KPUD Surolangun Jambi. “Rencananya besok kita akan duduk bersama membahas masalah tapal batas, baik dari Pemerintah Daerah dan KPUD Surolangun, Jambi,” ujarnya singkat. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here