Home Headline News Kasus Corona di Sumsel Bertambah 50 Orang

Kasus Corona di Sumsel Bertambah 50 Orang

0

PALEMBANG, PE – Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan pada Minggu (5/7) sebanyak 50 orang. Sedangkan kasus sembuh, bertambah 22 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumsel, Dr Iche Andriyani Liberty, mengatakan, tambahan kasus positif di Sumsel rinciannya, Palembang 36 orang, Musi Banyuasin 10 orang, Muaraenim 2 orang, dan Banyuasin 2 orang.

“Kasus sembuh pada hari ini ada penambahan 22 orang. Rinciannya dari Palembang 9 orang, Banyuasin 3 orang, OKI 5 orang, Lubuklinggau 1 orang, Musi Banyuasin 1 orang, Ogan Ilir 1 orang, luar Sumsel 2 orang. Sehingga total sembuh 1169 orang atau 51 persen lebih. Kasus meninggal hari ini satu orang dari Muaraenim,” tuturnya.

Dengan demikian, ia melanjutkan, total kasus positif 2255 orang, kasus selesai 1274 orang, dan kasus aktif 981 orang.

Adapun Orang Dalam Pemantauan (ODP) 8847 orang, selesai pemantauan 7315 orang, masih dalam pemantauan 1532 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 1047 orang, selesai pengawasan 726 orang, masih dalam proses pengawasan 321 orang.

Dengan terus bertambahnya kasus positif Covid-19, ia mengimbau masyarakat Sumsel disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan ketika berada di luar rumah. Seperti mencuci tangan pakai sabun pada air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, mengenakan masker, jaga jarak minimal satu meter, dan hindari kerumunan.

Selain itu, ia juga menganjurkan masyarakat yang masih bekerja dari rumah dan anak yang belajar dari rumah, untuk tetap berada di rumah apabila tidak ada keperluan yang mendesak.

“Beberapa penelitian terakhir di Hongkong dan Amerika Serikat, jumlah orang yang di rumah saja berkontribusi pada percepatan penurunan transmisi atau penyebaran penyakit di masyarakat,” tuturnya.

Lebih 49 persen, atau separuh masyarakat, ia mengatakan, harus tetap berada di rumah, jika tidak ada keperluan mendesak. Ketika keluar rumah untuk berbagai keperluan, harus menerapkan protokol kesehatan. Ini dimaksudkan agar aman dari penularan Covid-19, namun tetap produktif.

“Makanya kita dituntut untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebab protokol kesehatan merupakan langkah untuk mencegah bertambahnya kasus positif Corona,” terangnya.

Ia juga menyinggung Banyuasin masuk zona merah sejak 28 Juni lalu, yang dipublikasikan oleh Gugus Tugas Covid-19 nasional. Untuk itu masyarakat diimbau menerapkan protokol kesehatan. Sebab hanya itulah yang bisa dilakukan ketika kasus konfirmasi positif naik.

“Masyarakat yang tinggal di zona orange, kuning, bahkan hijau sekalipun tetap harus menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Letak Banyuasin yang dekat dengan Palembang, juga jadi penyebab daerah tersebut masuk zona merah. Suatu kejadian atau kasus, ia mengatakan, selalu melekat pada orang, tempat, dan waktu.

“Ada pengaruh mobilisasi penduduk dari Banyuasin ke Palembang, dan sebaliknya. Tapi perlu diketahui juga berapa kasus impor atau contact tracing menunjukkan, bahwa sumber dari warga Kota Palembang,” pungkasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here