Home Headline News Kasus Positif Palembang Masih Terbanyak di Sumsel

Kasus Positif Palembang Masih Terbanyak di Sumsel

0

Hari Ini Tambah 67 Kasus

PALEMBANG, PE – Kasus konfirmasi positif terpapar Virus Corona (Covid-19) di Provinsi Sumatera Selatan bertambah 67 orang, Sabtu (18/7). Sebanyak 51 di antaranya berasal dari Kota Palembang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumsel, Yusri, saat konferensi pers virtual di Command Center Pemprov Sumsel mengatakan, rincian kasus baru Covid-19 di Sumsel, Palembang 51 orang, Muaraenim 7 orang, Prabumulih 1 orang, OKU 1 orang, Banyuasin 6 orang, dan PALI 1 orang.

“Penambahan kasus sembuh hari ini tiga orang, yang semuanya berasal dari Palembang. Total sembuh menjadi 1398 orang,” ucapnya.

Sedangkan kasus meninggal bertambah dua orang, yang berasal dari Palembang dan Banyuasin. Sehingga total yang meninggal akibat Covid-19 di Sumsel menjadi 138 orang.

Total kasus positif Covid-19 sampai hari ini 2966 orang. Dari jumlah tersebut, kasus selesai 1536 orang, dan kasus aktif (masih dalam proses perawatan) 1430 orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) hingga hari ini sebanyak 9657 orang, selesai pemantauan 8347 orang, masih dalam proses pemantauan 1310 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 1337 orang, selesai pengawasan 821 orang, masih dalam proses pengawasan 516 orang.

Dikatakannya, penambahan kasus Corona di Sumsel terus ada setiap harinya. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan, yakni pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak, dan seringlah cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir.

“Patuhilah protokol kesehatan untuk menghentikan Covid-19. Yakinlah pandemi ini akan berakhir. Namun apakah cepat atau lambat, itu ada di tangan kita,” ucapnya.

Sesungguhnya, kata dia, mencegah penularan Covid-19 tidaklah sulit. Terapkan protokol kesehatan dengan disiplin dalam setiap aktvitas sehari-hari di manapun berada.

“Tiga hal penting itu (pakai masker, jaga jarak, dan seringlah cuci tangan), yang bisa mencegah penularan Covid-19. Semua orang harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, tanpa terkecuali,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya tidak menyarankan instansi menggelar rapid test untuk mendeteksi penularan Covid-19, melainkan lebih direkomendasikan pemeriksaan swab. Mengingat sejumlah laboratorium untuk memeriksa sampel swab sudah beroperasi baik di Sumsel.

“Rapid test disarankan untuk tempat-tempat tertentu, yang pemeriksaan swabnya sulit atau lama,” tukasnya.

Dimintai tanggapan soal instansi yang melakukan penutupan sementara atau lockdown lantaran karyawannya terpapar Corona, ia mengatakan, hal tersebut sebetulnya tidaklah perlu dilakukan.

“Lockdown belum perlu. Tinggal siapa saja yang kontak dengan kasus positif untuk segera diisolasi, sampai hasil laboratoriumnya dinyatakan negatif Covid-19,” tukasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here