Home Headline News Kasus Positif Terus Bertambah, Gubernur Bentuk Tim Ahli

Kasus Positif Terus Bertambah, Gubernur Bentuk Tim Ahli

0
Gubernur Sumsel, H Herman Deru. Foto: Humas Pemprov Sumsel

PALEMBANG, PE – Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan pada Rabu (15/7) terdapat penambahan 30 orang. Guna membantu kerja Gugus Tugas Covid-19, Gubernur Sumsel Herman Deru membentuk tim tenaga ahli, yang akan melakukan kajian berbasis fakta dan data, untuk jadi rekomendasi bagi pemerintah kabupaten dan kota.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumsel Dr Iche Andriyani Liberty, M.Kes saat konferensi pers virtual di Command Center Pemprov Sumsel, merinci tambahan kasus positif Covid-19 hari ini.

“Rinciannya, Palembang 10 orang, Prabumulih 1 orang, Muaraenim 2 orang, Banyuasin 3 orang, Ogan Ilir 11 orang, OKU Timur 1 orang, OKU Selatan 1 orang, PALI 1 orang,” tuturnya.

Kasus sembuh hari ini ada penambahan 30 orang. Rinciannya, Palembang 16 orang, Muaraenim 2 orang, Lahat 2 orang, Banyuasin 8 orang, Ogan Ilir 1 orang, OKU Timur 1 orang. Sehingga total sembuh sebanyak 1359 orang. Kasus meninggal tidak ada penambahan hari ini.

Total kasus positif Covid-19 di Sumsel sebanyak 2784 orang. Kasus selesai 1492 orang, dan kasus aktif 1292 orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 9405 orang, selesai pemantauan 7978 orang, masih dalam pemantauan 1427 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) keseluruhan 1290 orang, selesai pengawasan 813 orang, proses pengawasan 477 orang.

Bentuk Tim Ahli
Dikatakannya, Gubernur Sumsel Herman Deru telah membentuk tim tenaga ahli dalam rangka mendukung Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Hari ini tim telah menggelar rapat perdana, untuk membahas kajian dan rekomendasi percepatan penanganan Covid-19 di Sumsel,” ucapnya.

Adapun tim tenaga ahli tersebut beranggotakan Dr Iche Andriyani Liberty, M.Kes dan dr Hibsah Riduan (ahli epidemiologi). Lalu Prof DR Didik Susetyo, MSi dan Prof DR Bernade Robani, MSi (bidang ekonomi).

Kemudian Prof Alfitri, MSi dan DR Tarech Rasyid (sosiologi), Prof DR Edwar Juliartha (kebijakan publik), DR Febrian, SH, MHum dan DR Dr Efrila, SH, MH (bidang hukum), Prof DR Hardi Darmawan dan dr Ahmad Ridwan, MSC (kesehatan masyarakat), dan Ferliana, SPsi (psikologi).

Tim tenaga ahli ini, ia menerangkan, bertugas di antaranya memberikan saran dan masukan berupa kajian data dan informasi terhadap penyusunan strategi atau kebijakan daerah, yang diperlukan sesuai kondisi Provinsi Sumsel.

Kedua, melakukan penilaian dan evaluasi terhadap kondisi daerah di Sumsel dalam rangka mendapatkan data dan informasi untuk implementasi persiapan dan penerapan adaptasi kebiasaan baru masyarakat yang produktif dan aman dari Covid-19.

“Rapat perdana hari ini dihadiri Asisten III Pemprov Sumsel Edwar Juliartha dan Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy beserta jajaran,” ucapnya.

Tim tersebut, ia melanjutkan, sepakat merumuskan kajian dan analisis, untuk memberikan rekomendasi berbasis data dan fakta ke 17 kabupaten dan kota di Sumsel.

“Ini salah satu langkah strategis dari Pemprov Sumsel. Bahwasanya kebijakan yang akan diambil nanti dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. Dan mempersiapkan masyarakat untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru,” tukasnya.

Ia mengatakan, kebijakan yang nanti diambil pemerintah tidak akan sampai merugikan masyarakat. Dalam arti, ada perlindungan kesehatan bagi warga, namun di sisi lain pertumbuhan ekonomi terus berjalan.

Rekomendasi yang diberikan, dikatakan dia, bisa diadopsi untuk menjadi sebuah kebijakan dan implementasi teknis. Jadi sifatnya akan disesuaikan dengan kondisi kemampuan kabupaten dan kota.

Sejauh ini, kata dia, tim pakar baru sebatas menganalisa dari sisi epidemiologi dan belum bidang lain.

“Hari ini mulai dilakukan analisa untuk bidang lain. Hasilnya bisa diketahui minggu depan. Nanti akan ada rekomendasi yang diberikan untuk 17 kabupaten dan kota, terkait percepatan penanganan Covid-19,” tukasnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada daerah di Sumsel yang masuk zona risiko tinggi (zona merah), berdasarkan hasil analisa dari tim gugus tugas pusat, yang diambil dari laman www.covid19.go.id per 12 Juli 2020. Bahkan Kota Palembang, yang selama ini jadi penyumbang penderita Covid-19 tertinggi di Sumsel, masuk kategori zona risiko sedang (zona oranye). CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here