Home Lifestyle Health Mencuci Buah dan Sayur Menghilangkan Cemaran

Mencuci Buah dan Sayur Menghilangkan Cemaran

0
Ilustrasi foto: Net.
Ir. Rachmi Hidayati, M.M

Oleh Ir. Rachmi Hidayati, M.M
(PMHP Ahli Madya)

PADA saat pandemi ini kita membutuhkan stamina yang bagus agar tidak mudah terinfeksi oleh virus atau bakteri. Salah satunya adalah dengan banyak mengkonsumsi buah dan sayur sebagai sumber vitamin dan mineral.

Walaupun buah dan sayuran sangat baik untuk menjaga stamina tubuh, tetapi apabila salah dalam memprosesnya, bisa mendatangkan masalah lain bagi tubuh, akibat dari cemaran yang terdapat pada buah-buahan dan sayuran yang kita konsumsi.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2004 tentang keamanan, mutu dan gizi pangan, menyebutkan bahwa keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.

Cemaran kimia bisa berasal dari teknik budidaya yang kurang baik misalnya penggunaan pestisida yang berlebihan, maupun pada waktu pengemasan dan pengangkutan, sedangkan cemaran biologi bisa berasal dari bakteri atau mikroba.

Oleh karena itu, salah satu indikator keamanan produk buah dan sayur adalah residu pestisida dan cemaran mikroba. Buah dan sayur yang terkontaminasi bisa mengakibatkan kita mengalami keracunan, akibat kontaminasi bakteri E. coli, salmonella dan shigella. Gejala yang timbul akibat keracunan makanan misalnya mual, diare, muntah, kram perut dan demam.

Cemaran tersebut dapat hilang apabila pada buah dan sayur tersebut dilakukan pencucian secara benar. Bahkan, menurut seorang ahli bedah kanker payudara dr. Rachmawati, SpB(K)Onk, mengatakan bahwa tidak hanya bakteri dan kuman saja yang akan hilang bersama air.

Tujuan mencuci buah dan sayur juga guna menghilangkan zat kimia yang terkandung dalam pestisida. Pestisida yang ada pada lapisan luar sayur dan buah atau yang disebut organoklorin merupakan salah satu zat kimia yang dapat memicu risiko kanker payudara. Lantas, bagaimana cara mencuci buah dan sayur yang benar, agar terhindar dari cemaran?

Langkah atau teknik yang dilakukan agar dapat mencuci buah dan sayuran dengan baik tanpa mengurangi nutrisi di dalamnya dan tanpa merusak sayur atau buah itu sendiri, adalah mencuci buah dan sayuran menggunakan air yang mengalir.

Mencuci buah dengan menggunakan air mengalir sangat disarankan, karena dapat menghilangkan residu pestisida yang menempel pada buah dan sayur. Bisa menggunakan air garam untuk sayuran yang banyak berlekuk (misal brokoli dan kubis).

Fungsi dari garam adalah untuk mengeluarkan ulat-ulat yang ada dan untuk membersihkan residu pestisida, mencuci harus hati hati agar tidak rusak dan berubah warna kalau berubah warna mungkin ada kandungan vitamin atau nutrisi yang terbawa.

Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh para ahli yang menguji larutan air garam 10 persen terbukti efektif untuk menghilangkan residu pestisida. Akan tetapi khusus untuk penderita darah tinggi harap berhati-hati usahakan menghindari pencucian dengan menggunakan larutan air garam dan gunakan alternatif lainnya.

National Health Service (NHS), menyarankan untuk memulai proses mencuci dari buah atau sayur yang paling kotor terlebih dahulu. Buah yang sudah dikemas rapi ketika dibeli dicuci terakhir kali. Guna menghindari kontaminasi silang, seyogyanya selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh buah dan sayuran.

Kemudian, jika ada bagian buah dan sayuran yang rusak, sebaiknya dipotong terlebih dahulu karena bagian yang rusak memungkinkan kuman untuk masuk ke dalam buah dan sayuran tersebut. Itulah cara mencuci buah dan sayuran secara baik dan bener agar buah dan sayur yang kita konsumsi terhindar dari kontaminasi residu pestisida serta mikroba. ***

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here