Home Kriminal Pedagang Ayam Ditembak oleh OTD

Pedagang Ayam Ditembak oleh OTD

0
M Abi Arisandi saat melaporkan penembakan oleh OTD yang dialami orang tuanya, ke SPKT Polrestabes Palembang.

PALEMBANG, PE – Saat sedang berdagang di pasar Simpang Sungki yang beralamat di Jalan Abikusno, Kecamatan Kertapati Palembang, Irzan, seorang pedagang ayam, ditembak oleh orang tak dikenal (OTD). Akibat kejadian itu korban mengalami luka tembak dipinggang kanan, dan kini menjalani perawatan di RS RK Charitas Palembang.

Oleh sang anak, M Abi Arisandi (23), peristiwa itu dia laporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang.

Peristiwa itu terjadi pasar Simpang Sungki yang beralamat di Jalan Abikusno, Kecamatan Kertapati Palembang, Kamis (30/7) sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu korban bersama istrinya sedang berdagang ayam.

Menurut M Abi Arisandi, awal kejadian korban sedang membantu istrinya berdagang ayam di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tiba-tiba datang dua orang tidak dikenal, mengendarai motor Yamaha N Max.

“Waktu kejadian ada dua orang tidak dikenal datang, terus satu orang turun langsung memeluk ayah saya dari belakang dan menembakan senjata api (senpira) di bagian pinggang kanan,” ujarnya.

Ia menuturkan, baru mengetahui kejadian setelah ditelpon ibunya kalau sang ayahnya sudah mengalami luka tembak. “Mendapati kabar itu saya langsung menyusul orang tua saya ke RSCharitas Palembang. Sedangkan kedua pelaku kabur usai menembak korban,” katanya.

Untuk korban sendiri, lanjut dia mengatakan, sedang dalam perawatan dan hendak melakukan operasi pengangkatan peluru yang bersarang di pinggang kanannya. “Setelah saya sampai rumah sakit saya tanya siapa yang menembaknya, tapi ayah saya tidak kenal,” bebernya.

Soal kemungkinan korban mempunyai musuh atau perselisihan sebelum kejadian, diakui Abi kalau ayahnya pernah ada masalah hingga sang ayah harus menjalani hukuman selama sembilan bulan.

“Ayah saya pernah ada masalah utang dengan bos ayam dan diperkarakan, sehingga ayah harus menjalani hukuman selama sembilan bulan. Tapi sekarang sudah bebas,” bebernya.

Ia berharap pelakunya dapat tertangkap, dan bertanggung jawab atas ulahnya tersebut. “Saya harap laporan saya dapat ditindaklanjuti, dan menangkap kedua pelaku itu,” ungkapnya. KUR

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here