Home Headline News Pemkot Diminta Pastikan Prokes di Masyarakat

Pemkot Diminta Pastikan Prokes di Masyarakat

0
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumsel Dr Iche Andriyani Liberty, M.Kes saat konferensi pers virtual di Command Center Pemprov Sumsel

Rekomendasi Tim Epidemiologi

PALEMBANG, PE – Tim pakar epidemiologi mengeluarkan delapan rekomendasi untuk Pemerintah Kota Palembang terkait penanganan Covid-19. Salah satunya, menyarankan pemerintah memastikan masyarakat menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumsel Dr Iche Andriyani Liberty, M.Kes saat konferensi pers virtual di Command Center Pemprov Sumsel menyebutkan delapan rekomendasi tersebut.

Pertama, protokol kesehatan (menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan rutin) dijalankan dan diawasi secara ketat di semua sektor. Seperti kantor, fasilitas umum, sarana olahraga dan hiburan, tempat ibadah, serta tempat-tempat lain yang memungkinkan orang-orang berkerumun.

“Pemerintah Kota Palembang diharapkan memastikan pelaksanaan protokol kesehatan telah dilaksanakan dengan baik di masyarakat,” ujarnya, Selasa (14/7).

Kedua, Pemerintah memastikan pelaksanaan protokol kesehatan di masyarakat dengan membentuk atau mengaktifkan kembali tim gugus tugas sampai tingkat RT.

“Ketiga, tetap dilakukan optimalisasi tracing, testing, dan treatment oleh Dinas Kesehatan Kota Palembang dalam bentuk upaya kongkret, seperti agresif testing, isolasi kontak erat secara masif, edukasi, komunikasi, informasi, dan promosi kepada masyarakat melalui media elektronik, media massa, dan surat kabar,” tukasnya.

Lalu keempat, melibatkan elit masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, kader puskesmas, dengan mengaktifkan desa/kelurahan tangkal Covid-19.

Kelima, sekolah atau universitas boleh dibuka apabila wilayah sudah masuk zona hijau. Atau semua kasus sembuh dan tidak ada kasus selama empat minggu berturut-turut. Dan semua fasilitas protocol kesehatan sudah tersedia.

“Sebelum semua dibuka, dilakukan simulasi pelaksanaan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Keenam, sosialisasi penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat umum, dengan berkoordinasi dengan pengelola PD Pasar. Kemudian ketujuh, Pemerintah Kota Palembang diharapkan dapat melakukan assessment persepsi risiko, atau pemahaman risiko Covid-19 di masyarakat pada klaster-klaster yang menjadi penyumbang peningkatan kasus, agar dapat melakukan intervensi secara tepat.

Dan kedelapan, Pemerintah Kota Palembang diharapkan dapat melakukan evaluasi epidemiologi minimal 14 hari sekali, untuk menentukan penerapan masyarakat produktif dan aman Covid-19, sesuai dengan Permendagri No. 440-830/2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengumumkan perkembangan terkini kasus Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan pada Selasa (14/7). Kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 51 orang. Dengan rincian, Palembang 45 orang, Muaraenim 1 orang, Banyuasin 5 orang.

Kasus sembuh hari ini ada penambahan 19 orang. Total kasus sembuh menjadi 1329 orang. Adapun kasus meninggal hari ini ada penambahan 4 orang. Sehingga total kasus positif di Sumsel 2754 orang, kasus selesai (sembuh 1329 orang dan meninggal 133 orang). Sedangkan kasus aktif 1292 orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) hingga hari ini sebanyak 9349 orang, selesai pemantauan 7819 orang, masih dalam pemantauan 1530 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1275 orang, selesai pengawasan 803 orang, masih proses pengawasan 472 orang.

Dikatakannya, dalam kurun waktu dua minggu terakhir (29 Juni sampai 13 Juli 2020), kasus konfirmasi positif Covid-19 di Sumsel mengalami peningkatan 113 persen, jika dibandingkan dua minggu sebelumnya.

“Hal ini menjadi tolok ukur bagaimana kita secara bersama-sama mendisiplinkan diri untuk menerapkan protokol kesehatan. Mencuci tangan dengan rutin, memakai masker di manapun dalam aktivitas apapun. Lalu menjaga jarak, dan menjaga imunitas tubuh,” tukas Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya ini.

Protokol kesehatan, menurutnya, haruslah diterapkan di berbagai sektor oleh masyarakat. Agar masyarakat tetap bisa produktif, tetapi aman dari Covid-19. Kasus kematian di Sumsel, diakuinya cenderung meningkat. Ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Pandemi belum selesai. Kita tidak balik ke kehidupan normal. Kita mengadaptasi kebiasaan baru. New Normal adalah suatu kebiasaan baru, yang lebih sehat dan patuh melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat,” terangnya.

Disinggung penderita Covid-19 terbanyak berasal dari daerah mana, ia mengatakan, dari total 2754 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Sumsel, sebanyak 67 persen penderita berada di Kota Palembang.

“Sedangkan Banyuasin dalam sepekan terakhir memang masuk dalam zona risiko tinggi,” pungkasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here