Home Headline News Penyidik KPK Ambil Alih Berkas Johan Anuar

Penyidik KPK Ambil Alih Berkas Johan Anuar

0
Tim penyidik KPK mendatangi gedung Ditreskrimum Polda Sumsel guna mengambil alih berkas Johan Anuar.

PALEMBANG, PE – Diduga melakukan supervisi dan koordinasi pengambilan alih berkas perkara korupsi dugaan mark up dana pengadaan lahan TPU di Baturaja dengan tersangka Wakil Bupati OKU, Johan Anuar, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (24/7).

Dari pantauan wartawan Harian Umum Palembang Ekspres, tim penyidik KPK yang berjumlah delapan orang keluar dari gedung Ditreskrimum Polda Sumsel sekitar pukul 18.07 WIB dengan membawa dua buah box plastik yang diduga merupakan berkas perkara tersangka Johan Anuar.

Namun saat akan ditanyai kebenaran hal tersebut baik penyidik KPK maupun penyidik Tipikor Ditreskrimum Polda Sumsel tidak mau berkomentar, dan hanya melakukan kegiatannya memasukan dua buah koper dan satu box ke dalam mobil.

Terkait hal itu, kuasa hukum tersangka, Titis Rachmawati mengatakan dirinya belum mengetahui mengenai berkas perkara Johan Anuar sudah diambil alih oleh KPK apa belum.

“Bisa saja kedatangan tim penyidik KPK ke Polda Sumsel untuk supervisi sesama penegak hukum, itu boleh dan diatur dalam UU,” ujarnya.

Kalaupun KPK mengambil alih berkas Johan Anuar, berdasarkan Pasal 10 A Undang-undang Nomor 19 tahun 2019 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.

Salah satunya dalam patsal 10 A ayat dua berbunyi pengambilan alihan penyidikan atau penuntutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh KPK dengan alasan.

“Dimana keprofesionalan mereka, kami tim kuasa hukum sangat meragukan kinerja penyidik Polda Sumsel tersebut, yang terkesan arogansi, dan segera akan melaporkan para penyidik tersebut ke Propam Mabes Polri dan Kompolnas, karena dapat diduga telah terjadi mal penyidikan, pemaksaan kehendak atas titipan oknum-oknum yang berkepentingan di karenakan klien kami akan maju sebagai Balon Wabup di OKU,” katanya.

Jika memang hal tersebut diambil alih, seharusnya penyidik polda menyadari, jika penegakan hukum itu harus berorientasi pada tujuannya, salah satunya adalah untuk kepastian hukum makanya penegakan hukum wajib mentaati azas hukum yang berlaku.

“Jadi bukan sewenang-sewenang saja melimpahkan berkas ke KPK tanpa ada tujuan yang jelas, hal ini praduga kami sebagai tim kuasa hukum, penyidik Polda telah berupaya mengalihkan tanggung jawab penyidikan kepada pihak KPK,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri S membenarkan kalau tim penyidik KPK mendatangi gedung Ditreskrimum Polda Sumsel guna mengambil alih berkas Johan Anuar.

“Benar tim penyidik KPK berjumlah delapan orang datang ke gedung Ditreskrimum kita, untuk mengambil alih berkas Johan Anuar,” cetusnya.

Diketahui Johan Anuar ditetapkan penyidik Tipidkor Direskrimum Polda Sumsel sebagai tersangka dugaan korupsi tanah kuburan di OKU pada 2018 lalu. Johan pun langsung melakukan gugatan praperadilan dan menang.

Dalam perjalanan kasus ini Johan kembali ditetapkan tersangka pada awal Desember 2019 lalu. Johan mengajukan gugatan kembali karena tidak terima jadi tersangka, namun gugatan itu ditolak.

Johan diperiksa sebagai tersangka pada 14 Januari untuk pertama kalinya dan Johan langsung ditahan. Dia dibebaskan dari sel pada 12 Mei karena masa penahanan habis. Kasus ini sendiri diduga merugikan negara Rp 3,5 Milyar. KUR

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here