Home Headline News Persentase Sembuh di Sumsel 51 Persen

Persentase Sembuh di Sumsel 51 Persen

0

PALEMBANG, PE – Total penderita Covid-19 yang sembuh di Provinsi Sumatera Selatan hingga Selasa (7/7) sudah sebanyak 1218 orang, atau 51 persen dari total kasus positif.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumsel Yusri, SKM, MKM saat konferensi pers virtual di Command Center Pemprov Sumsel mengatakan, penambahan kasus sembuh pada hari ini sebanyak 35 orang, yang semuanya berasal dari Palembang. Sehingga, total sembuh 1218 orang.

“Angka kesembuhan menggembirakan, lebih separuh dari total kasus positif,” katanya, Selasa (7/7).

Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Sumsel pada hari ini sebanyak 30 orang. Rinciannya, Palembang 25 orang, Banyuasin 1 orang, Ogan Ilir 3 orang, dan luar Sumsel 1 orang.

Sedangkan kasus meninggal akibat Covid-19 juga mengalami penambahan sebanyak 5 orang, yang semuanya berasal dari Palembang. Sehingga total meninggal di Sumsel 112 orang.

Berdasarkan data di atas, total kasus positif Covid-19 di Sumsel sebanyak 2356 orang, kasus selesai (sembuh dan meninggal) 1330 orang, kasus akfif (masih dalam proses penyembuhan) 1026 orang.

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) hingga hari ini sebanyak 8907 orang, selesai pemantauan 7425 orang, masih dalam proses pemantauan 1482 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara keseluruhan berjumlah 1088 orang, selesai pengawasan 726 orang, masih dalam proses perawatan di rumah sakit 362 orang.

Disinggung penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palembang lantaran tingkat penularan yang masih tinggi, menurut dia, itu tergantung keputusan pusat, berdasarkan rekomendasi dari tim pakar, serta tergantung pula dengan kebijakan Walikota.

“Walikota yang tentunya akan menyampaikan permohonan PSBB kembali ke Kementerian Kesehatan. Tiga hal ini masih ditunggu perkembangan selanjutnya. Terlebih kita tengah menyambut kehidupan normal baru,” tukasnya.

Terkait kasus positif di Banyuasin yang terus bertambah, menurut dia, lantaran mobilitas penduduknya cukup tinggi ke Kota Palembang. Keputusan apakah akan diterapkan PSBB di sana juga tergantung pada tiga hal tadi.

“Tinggal sesuaikan apakah kebijakan pusat perlu PSBB dan kajian-kajian tim pakar, dalam hal ini pakar epidemiologi, apakah menyarankan diterapkan PSBB di sana. Serta tergantung kebijakan kepala daerah setempat apakah akan mengusulkan PSBB ke pusat,” terangnya.

Penduduk Banyuasin, ia menilai, tidak memiliki kendala dalam mengakses layanan kesehatan. Terlebih jarak kabupaten itu dengan Palembang dekat. “Mereka bisa mengakses untuk berobat ke Palembang,” pungkasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here