Home Parlemen & Politik Pilkada Ajang Pemanasan Menuju Pilgub

Pilkada Ajang Pemanasan Menuju Pilgub

0
Dr Febrian

PALEMBANG, PE – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 7 Kabupaten di Sumsel Desember 2020, diprediksi akan jadi “pemanasan” bagi ketua parpol sekaligus juga kandidat- kandidat yang akan bertarung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 2024.

Tujuh daerah di Sumsel yang menggelar Pilkada tahun 2020 yakni OI, PALI, OKU, OKU Selatan, OKU Timur, Mura dan Muratara. Tensi politik di Sumsel mulai memanas menjelang Pilkada 7 daerah. Aroma persaingan mulai tercium di sana-sini, dan banyak tokoh politik mulai terlibat, yang nantinya jadi tolak ukur kekuatan bagi balon Gubernur dan Wagub Sumsel kedepan.

Menurut pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Febrian, beberapa pihak akan berusaha jadi “king maker” semakin sentral dalam mengonsolidasi koalisi kubu penantang ataupun calon petahana Bupati dan Wabup. Salah satunya K├Ętua DPD Golkar Sumsel Dodi Reza Alex, yang akan berusaha mencari pengaruh dan kemenangan dengan menyiapkan kader ataupun kandidat yang nantinya akan berjuang untuk memenangkan di Pilgub Sumsel. Khususnya daerah- daerah yang selama ini jadi lumbung suara lawan, seperti di OKU raya (OKU, OKUS dan OKUT) serta OI.

Dimana untuk di daerah itu, Herman Deru masih memiliki pengaruh besar dan cengkramannya pasti semakin kuat, dan HD akan memiliki ambisi untuk mencengkram pengaruhnya nantinya.

“Jelas, Dodi bersama Partai Golkarnya, akan berusaha mengambil lumbung suara dari Gubernur petahana saat ini (HD). Selain itu, faktor lain Pak Alex Noerdin juga selaku mantan Gubernur Sumsel dan orang tua Dodi, punya perananan, dimana keputusan politik itu akan ditimbang matang benar,”ujar Febrian, Kamis (2/7).

Dekan Fakultas Hukum Unsri ini menambahkan, Gubernur Sumsel petahana saat ini Herman Deru pun, tidak akan tinggal diam, dan pastinya memiliki strategi politik untuk kepentingan periode keduanya.

Sekarang masih cair koalisi di daerah, menurutnya, bukan faktor Pilkada Gubernur ke depan, tapi faktor lain seperti calon jadi atau tidak menyangkut elektabilitas, dan modal orang- modal itu punya pengaruh. Apalagi di OKUT, secara tidak langsung masih kelompok yang sama, itu hipotesia terhadap masih cairnya dinamika koalisi di daerah dan pusat, dan antar tingkat juga kadang berbeda.

“Jadi, saya rasa tidak berpengaruhi signifikan untuk Pilgub kedepan, tetap ini terus dilakukan,” tuturnya.

Diterangkan Febrian, tak dipungkiri jika dari parpol Pilkada 7 Kabupaten sudah ada hitung- hitungannya, dimulai pendekatan dengan Gubernur dan parpol. Meski kontelasi pusat dan daerah berbeda, dan dinamika politik didaerah terus dan harus dibentuk menyangkut ke pilihan- pilihan figur dari calonkada.

“Contoh sederhana di Muratara pertarungan Syarif dengan Devi. Dimana Devi mewakili PDIP, Nasdem dan Hanura yang notabanenya ke arah Herman Deru. Tapi kalau Syarif tidak seperti itu, sebab partai pendukungnya ada Golkar yang memang Dodi, dan parpol lain. Tetapi kita tidak tahu cerminannya, apakah sama potret akan Pilgub nanti belum tentu, tapi pengaruh akan ada dan balon Gubernur akan mencoba meraih pengaruh di Pilkada 2020 ini,” tandasnya.

Namun, selain nama HD dan Dodi, ia melihat trah keluarga penguasa Sumsel lainnya seperti Wagub Sumsel Mawardi Yahya, dan anggota DPR RI Kahar Muzakir-Wahyu Sanjaya, akan ada kepentingan kedepan.

Mawardi akan kembali berusaha mengambil cengkraman kekuasaannya di OI, dimana Mawardi akan berusaha bertarung sekuat tenaga, dengan menyiapkan anaknya untuk meneruskan jabatan Bupati yang pernah ia dapat selama dua periode.

Selain ingin berkuasa, bagi keluarga Mawardi menumbangkan petahana saat ini (Ilyas Panji) ibarat sebagai harga diri keluarga yang “disingkirkan” Ilyas.

Sementara sosok trah Kahar Muzakir- Wahyu Sanjaya akan memiliki kepentingan bagi keluarga untuk eksis di 2024 mendatang, yang pergerakan politiknya sangat kuat di Sumsel, dan bisa mengantarkan beberapa kepala daerah memenangkan Pilkada meski awalnya tidak difavoritkan.

Dengan dukungan jaringan yang kuat, lanjutnya, keluarga ini digadang- gadang akan menyiapkan sosok calon kepala daerah Agung Firman Sampurna yang tak lain anak Kahar Muzakir dan kakak Wahyu Sanjaya.

Agung saat ini menjabat Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, yang bisa dikatakan jabatan itu cukup tinggi ditingkat nasional, bukan hanya Sumsel semata.

“Memang keluarga Kahar dan Wahyu banyak dibelakang (layar), dan punya pengaruh memutus kepentingan dan sebagainya. Ia lebih perantara mengantarkan, dan bisa menentukan seseorang untuk menang di pesta demokrasi,” pungkasnya.JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here