Home Palembang SMB IV: PSBB Lanjutan, Masyarakat dan Pemerintah Harus Kerjasama

SMB IV: PSBB Lanjutan, Masyarakat dan Pemerintah Harus Kerjasama

0
Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH Mkn

PALEMBANG.PE – Peningkatan jumlah kasus positif Virus Corona (Covid-19) di Palembang, membuat Gugus Tugas Covid-19 Sumatra Selatan (Sumsel) mengusulkan Kota Palembang untuk kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pasca PSBB yang berakhir pada 17 Juni lalu, kasus konfirmasi positif di Palembang mengalami peningkatan. Saat penerapan PSBB angka penularan (RT) sempat 0,99 di bawah 1. Namun, setelah PSBB naik lagi dan mencapai di atas 1.

Berdasarkan data yang dihimpun per 4 Juli 2020, kasus konfirmasi positif virus korona di Palembang mencapai 1.466 orang, pasien sembuh 618 orang, dan meninggal 73 orang. Sementara ODP 5.750 PDP 680, selesai pemantauan ODP 4.321 orang dan PDP 435 orang.

Tiga kecamatan yang masuk kategori tinggi penyebaran Covid-19 yaitu Sukarami yang saat ini ODP mencapai 412 orang dan PDP 54 orang, Ilir Timir II ODP mencapai 439 orang dan PDP 70 orang, serta Ilir Barat I ODP 519 orang dan PDP 54 orang.

Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo, RM Fauwaz Diraja SH Mkn menilai peningkatan jumlah kasus positif Virus Corona (Covid-19) di Palembang dinilainya karena sistemnya kurang pakem dan pemahaman masyarakat mengenai bahaya Covid-19 masih minim.

“Jadi percuma dilakukan PSBB lanjutan jika masyarakat dan pemerintah tidak mau kerjasama. Sebenarnya saya setuju PSBB lanjutan, tapi harus sepakat kerjasama antara masyarakat dan pemerintah supaya PSBBnya bisa maksimal. Kalau kayak gini sampai tahap ke 100 enggak akan selesai PSBB, karena masyarakatnya sendiri acuh tak acuh. Jadi harus kesiapan masyarakat terkait pemahamannya, dan pemerintah harus siap dengan sistim yang ada,” katanya, Minggu (5/7).

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai Notaris/PPAT Sumsel ini, khawatir dengan kondisi Palembang yang kasus covid-19 di Palembang trendnya selalu naik setiap harinya. “Cuma kalau masyarakatnya seperti ini, kita tidak bisa ngomong apa-apa lagi. Tinggal masyarakat bisa enggak diatur, kalau masyarakat mau di atur dan pemerintah mau menerapkan sistim yang baik, Insya Allah bisa berhasil,” katanya.

Kini, menurutnya kuncinya tinggal di tangan Kepala Daerah, apakah serius atau tidak menangani kasus covid-19 yang trendnya selalu naik setiap harinya.
“ Lalu masyarakat harus ikut, serius atau enggak,” katanya. RIL

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here